Selasa , 24 Februari 2015, 16:39 WIB

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Jabar Turun

Red: Angga Indrawan
Edwin/Republika
Kemiskinan ikut mendorong tingginya angka kematian ibu
Kemiskinan ikut mendorong tingginya angka kematian ibu

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Indina Istiyantari menyatakan angka kematian ibu dan bayi di Jawa Barat pada 2013 hingga 2014 menurun.

"Memang angka kematian ibu landai turunnya enggak terlalu kelihatan. Ini berbeda dengan angka kematian bayi," kata Indina, disela-sela acara "Collabrorative Learning: Upaya Gawat Darurat Penyelematan Ibu dan Bayi Baru Lahir, di Haris Convention Hotel Bandung, Selasa (24/2).

Ia mengatakan, angka kematian ibu di Jawa Barat pada 2013 adalah 781 kasus dan pada tahun 2014 turun menjadi 747 kasus. "Sementara untuk angka kematian bayi pada tahun 2013 sebanyak 4.306 kasus dan turun menjadi 3.810 kasus pada 2014," kata dia.

Penurunan angka kematian ibu dan bayi di Jawa Barat tersebut, menurut dia, tidak terlepas dari upaya Pemprov Jawa Barat dalam peningkatan kesehatan dan pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

"Salah satunya adalah melalui 'Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir' dengan program Emas atau Expanding Maternal dan Neonatal Survival ini," kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Ahmad Kustijadi menambahkan, kepedulian Pemda dan masyarakat dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi sangat signifikan.

"Ini terlihat dari komitmen pemda dalam melahirkan regulasi yang berpihak pada penurunan angka kematian ibu dan bayi seperti perda, pergub dan SK," kata dia.

Sumber : Antara