Thursday, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Thursday, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Pemkot Mataram Segera Bangun Klinik Kesehatan Hewan

Ahad 03 August 2014 10:03 WIB

Red: Nidia Zuraya

Kucing Piaraan (ilustrasi)

Kucing Piaraan (ilustrasi)

Foto: IO9

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera membangun klinik kesehatan hewan untuk memenuhi kebutuhan para pemilik hewan kesayangan di daerah itu. "Keberadaan klinik kesehatan hewan saat ini dinilai penting, melihat makin tingginya animo masyarakat dalam memelihara hewan kesayangan," kata Kepala Dinas Peternakan Kelautan dan Pertanian (DPKP) Kota Mataram H Mutawalli di Mataram, Ahad (3/8).

Dikatakannya, pembangunan klinik kesehatan hewan itu direncanakan dibangun di kawasan Selagalas yang saat ini menjadi lokasi puskeswan. Untuk membangun klinik tersebut, pihaknya akan mengajukan aggaran sekitar Rp400-500 juta dalam APBD Kota Mataram tahun 2015. "Karena pengajuan pada perubahan APBD tahun 2014 tertunda, dengan alasan untuk pembangunan fisik tidak bisa dianggarkan dalam perubahan APBD," katanya.

Menurut dia, klinik kesehatan hewan itu nantinya akan dibangun seperti halnya rumah sakit rawat inap, yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas ruang perawatan dan laboratorium. "Fasilitas laboratorium memang sudah ada di puskeswan, tinggal kita membangun ruang perawatan," katanya.

Ia mengatakan, keberadaan puskeswan di Selagalas saat ini cukup ramai didatangi pemilik hewan peliharaan. Dalam sehari hewan kesayangan yang dibawa berobat ke puskeswan rata-rata mencapai 15 hewan. Hal inilah yang menjadi salah satu motivasi, Pemerintah Kota Mataram harus memiliki klinik kesehatan hewan.

Dalam operasionalnya nanti, DPKP Kota Mataram akan menempatkan enam orang dokter hewan bersama tim medisnya untuk bertugas secara bergatian pada klinik tersebut. Dalam pelayanan di klinik kesehatan hewan itu, jasa tidak diberikan secara gratis seperti halnya pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat Kota Mataram di puskesmas.

"Alasannya, karena para pemilik hewan kesayangan tentu masyarakat yang memiliki penghasilan lebih, sehingga dinilai mampu untuk membayar biaya pengobatan kesehatan hewan," katanya.

Dia mengatakan, saat ini sudah ada perbedaan sistem peternakan di kabupaten dan kota. Artinya kalau sistem peternakan di kabupaten dilakukan untuk produksi, sebaliknya peternakan di kota sebagai hewan peliharaan kesayangan.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES