Rabu , 21 May 2014, 16:51 WIB

Sungai Palu Meluap, Ratusan Rumah Terendam

Red: Yudha Manggala P Putra
 Sejumlah warga bertahan di lantai dua rumahnya yang terendam luapan air Sungai Ciliwung di Jalan H Bawah, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (22/1).  (Republika/Prayogi)
Sejumlah warga bertahan di lantai dua rumahnya yang terendam luapan air Sungai Ciliwung di Jalan H Bawah, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (22/1). (Republika/Prayogi)

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Sekitar seratus rumah di Kota Palu terendam air hingga 50 sentimeter akibat meluapnya Sungai Palu, Rabu. Luapan air sungai itu sebagian besar melanda rumah warga yang berada di pinggir sungai sejak sekitar pukul 13.00 WITA.

Air meluap karena Kota Palu dan Kabupaten Sigi diguyur hujan deras pada Selasa malam (20/5) selama sekitar lima jam. Luapan air sungai menerjang permukiman warga yang berada di Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan Ujuna, Kelurahan Nunu dan Kelurahan Lere.

Bahkan di pinggir sungai di Keluarahn Maesa, air Sungai Palu sudah mencapai bibir sungai. "Saya takut kalau malam hujan lagi, air akan meluap," kata Ardi warga setempat.

Saat ini sejumlah warga masih mengangkat barang-barang berharga agar tidak terkena rendaman air.
Sejumlah hewan ternak juga telah dibawa ke tempat aman agar tidak terendam air. Hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi karena masih mengamankan barang dan berharap air segera surut.

Banjir bandang di Kota Palu terjadi pada 2007 akibat meluapnya Sungai Palu. Banjir itu menerjan seribuan rumah namun tidak ada korban jiwa. Selain derasnya hujan, meluapnya air juga diduga akibat pendangkalan Sungai Palu.

Sementara itu, bencana tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Sigi yang berjarak sekitar 65 kilometer dari Kota Palu.

Bencana itu merusak 10 rumah dan sebuah gereja tergenang lumpur. Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geosfisi memperkirkan Kota Palu masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang.

Sumber : Antara