Saturday, 29 Muharram 1436 / 22 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Astaghfirullah, Air Sungai Berubah Jadi 'Darah'. Ada Apa Ini?

Wednesday, 12 February 2014, 12:23 WIB
Komentar : 6
Youtube.com
Air Sungai yang berubah merah seperti darah di Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Air Sungai yang berubah merah seperti darah di Kota Bontang, Kalimantan Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA- Dalam Selasa (11/2) lalu, masyarakat dikejutkan oleh tautan video yang memperlihatkan air sungai yang tiba-tiba berubah warna menjadi merah seperti darah. Air sungat ini berada di kawasan Tanjung Laut, Kelurahan Api-api, Bontang Selatan, Kalimantan Timur.

Dalam video yang diperoleh ROL ini berdurasi 1 menit 48 detik. Rekaman ini memperlihatkan seseorang yang merekam kehebohan puluhan warga di atas jembatan melihat air sungai yang berwarna merah pekat. puluhan warga, baik yang berjalan kaki maupun yang berkendara sepeda motor, berhenti di atas jembatan untuk melihat air sungai tersebut.

Juga terlihat beberapa anggota kepolisian yang melakukan pengamanan di jalan yang tersendat karena puluhan warga yang berada di atas jembatan ini. Suara sirine polisi juga terdengar dalam rekaman video tersebut.

Foto-foto sungai berwarna merah tersebut bahkan sempat menyebar di jejaring sosial seperti Twitter dan pesan berantai di Blackberry.Dugaan sementara perubahan air sungai tersebut disebabkan oleh larutan pewarna dari drum yang dibeli Sentot dari sebuah perusahaan ternama di daerah itu.

Kepolisian Resor (Polres) Kota Bontang, Kalimantan Timur, memeriksa seorang warga Kota Bontang bernama Sentot karena diduga mencemari sungai yang ditandai dengan berubahnya warna air sungai menjadi merah.

"Saat ini kami masih meminta keterangan dari seorang warga yang mencuci drum yang diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan warna air sungai tersebut," kata Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Bontang, Komisaris Eko Suroso, seperti dikutip Antara, Selasa (11/2) malam.

Eko mengatakan warga Kota Bontang pada Selasa (11/2) sore digemparkan oleh perubahan warna air sungai menjadi merah di kawasan Tanjung Laut Kelurahan Api-api, Kecamatan Bontang Selatan. Berdasarkan keterangan warga, kuat dugaan perubahan warna air sungai itu akibat larutan pewarna dari drum itu. Dari keterangan Sentot, lanjut Eko, sejumlah drum yang dibeli dari sebuah perusahaan itu akan digunakan untuk menanam bibit tanaman.

Dugaan larutan pewarna yang menjadi penyebab berubahnya warna air sungai di Kelurahan Api-api itu dari hasil pencucian drum-drum tersebut di sebuah parit yang terhubung ke sungai. "Menurut keterangan Sentot, drum itu dalam kondisi kotor dan kemungkinan masih mengandung larutan pewarna sehingga dia mencucinya di parit yang ternyata terhubung ke sungai. Selain Sentot, kami juga memeriksa sejumlah warga lainnya," kata Eko Suroso.

Namun, Polres Bontang masih terus menyelidiki penyebab pasti terjadinya perubahan warna air sungai tersebut. Tim Identifikasi Polres Bontang bersama PT Sucofindo pada Selasa sore telah mengambil sampel air sungai yang berubah warna itu untuk diteliti apakah larutan tersebut berbahaya atau tidak.
 
"Sampel air sungai berwarna merah itu sudah diambil untuk diteliti apakah berbahaya atau tidak namun hasilnya baru bisa diperoleh tiga atau empat hari," ungkap Eko.

Redaktur : Bilal Ramadhan
Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Sempurnakan Pembakaran, Cairan Ini Bantu Hemat BBM?
JAKARTA -- Bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar telah naik sebesar dua ribu rupiah per liternya. Untuk menyiasati dan menghemat bahan...

Berita Lainnya

Warga Sidomulyo "Ogah" Konsumsi Ayam