Minggu, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kondisi Gunung Kelud Masih Fluktuatif

Sabtu, 08 Februari 2014, 13:50 WIB
Komentar : 1
ap
Gunung Kelud
Gunung Kelud

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Pusat Vulkanologi, Mitigasi, Bencana Geologi (PVMB) mengemukakan kondisi Gunung Kelud di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, sampai saat ini masih fluktuatif.

"Dari hari ke hari aktivitas Kelud masih tinggi, jadi masih fluktuatif," kata Kepala PVMBG Bandung Muhamad Hendrasto kepada wartawan saat ditemui di pos pengamatan Gunung Api Kelud (1.730 mdpl), Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Sabtu.

Ia mengatakan, kondisi gunung tersebut masih belum signifikan dan masih berbahaya. Untuk itu, status waspada juga masih diterapkan sampai saat ini. "Kawasan masih steril, 2 kilometer dari kawah masyarakat tidak diperbolehkan mendekati," ucapnya.

Petugas mencatat, aktivitas kegempaan mulai pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB, pada Sabtu terjadi gempa vulkanik dalam sembilan kali, gempa vulkanik dangkal 10 kali, dan gempa tektonik jauh lima kali. Sementara, kondisi suhu mencapai 56,5 derajat selcius.

Pada Jumat (7/2), kegempaan sempat terjadi kenaikan, yaitu gempa vulkanik dalam sampai 42 kali, gempa vulkanik dangkal 117 kali, gempa tektonik jauh sampai 11 kali, dan gempa tektonik lokal dua kali, dengan suhu yang juga mengalami kenaikan sampai 57 derajat selcius.

Petugas juga memasang alat EDM atau alat untuk memantau pengembangan dan pengempisan gunung serta kamera pengintai atau CCTV untuk memantau kubah lava secara visual, serta alat pengukuran kemiringan gunung.

Di lokasi Gunung Kelud sebenarnya telah terpasang lima stasiun seismograf. Hal itu dilakukan guna memantau kegempaan gunung.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur(HR. Thabrani)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menanti Janji Jokowi Soal Perdamaian Palestina
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan umat muslim di Indonesia bisa ikut mendesak pemerintah agar lebih...

Berita Lainnya

Pesta Bakar Ikan HPN Ricuh

ASDP Kupang Merugi Rp 6 Miliar