Sabtu, 6 Syawwal 1435 / 02 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

AFKN Bekali Para Calon Dai Sebelum ke Medan Dakwah

Kamis, 29 Agustus 2013, 01:07 WIB
Komentar : 0
dok.afkn
afkn membekali para calon dai sebelum diterjunkan ke medan dakwah
afkn membekali para calon dai sebelum diterjunkan ke medan dakwah

REPUBLIKA.CO.ID,




BEKASI -- Lebih dari 50 santri AFKN yang telah menyelesaikan pendidikan di Akademi Kebidanan dan Keperawatan, kini tengah mengikuti program Pembekalan Nilai-nilai Al-Qur’an, Hadits, Aqidah, dan Tauhid. 

Acara yang dilaksanakan selama tujuh hari: 24 hingga 30 Agustus 2013 ini, bertempat di Masjid Al-Fattah, Pondok
Hijau Permai, Bekasi Timur.

Selain lulusan kebidanan dan keperawatan, santri AFKN yang lulus dari perguruan tinggi lainnya pun turut serta
dalam program tersebut.

Ustadz Ahmad Husein Dahlan, Lc, Pimpinan Pondok Pesantren Nuu Waar AFKN menuturkan, kegiatan ini digelar untuk memberikan pelatihan kepada santri yang selesai kuliah lebih mantap dalam membaca al-Qur’an.

“Meski hanya 56 jam, diharapkan mereka sudah menguasai cara membaca al-Qur’an yang baik,” ujar ustadz lulusan
Universitas Islam Madinah, Arab Saudi.

Selain mempelajari cara membaca al-Qur’an, acara pembekalan yang dibimbing Ustadz Abdul Kholik, Ustadz Sulthon, dan Ustadz Agus ini, disuguhkan materi tafsir al-Qur’an. 

Rencananya, mereka akan diperkenalkan dengan tafsir mufradat, tafsir qur’an bil qur’an, tafsir qur’an bil hadits. Bahkan juga beberapa materi lain, seperti: fikih muyasar, fikih wanita, shirah nabawiyah, dan aqidah.

“Memang dari segi waktu ini sangat tidak memadai, paling minimal sekali selama tiga bulan. Insya Allah, setelah
seminggu ini, mereka akan terus lanjut belajar,” ulas pria yang juga memimpin Pesantren Daarul Fikri Cikarang.

Jika semua itu, dapat tersampaikan dan dicerna oleh para santri, Ustadz Husein mengatakan, akan sangat luar
biasa sebagai bekal untuk para santri yang akan pulang ke daerah. Mereka akan menjadi dai-dai yang siap terjun
ke daerah.

“Sebab AFKN tidak sekadar melahirkan tenaga medis dan guru saja, yang harus melekat dari para santri adalah
peran mereka sebagai dai ilallah (penyeru di jalan Allah-red),” papar Ustadz Husein.

Menurut Ustadz Husein perangkat ilmu-ilmu tadi tak bisa diabaikan. Termasuk juga tentang strategi pendekatan
kepada masyarakat di bawah. AFKN akan coba lengkapi para santri yang akan terjun ke masyarakat dengan detail
soal karakteristik wilayah dan masyarakat.

“Sehingga pendekatan yang dilakukan kepada masyarakat tidak kontraproduktif atau bahkan bingung apa yang harus dilakukan,” jelas Ustadz Husein.

Pembekalan yang dilaksanakan setiap hari ini, dimulai pukul 8 pagi hingga 4 sore. Rencananya, penutupan acara
pembekalan materi al-Qur’an ini akan dilaksanakan pada hari Jum’at, 30 Agustus 2013 di Masjid Al-Fattah. Acara
penutupan ini akan dihadiri oleh Ketua Umum AFKN, Ustadz M Zaaf Fadzlan Garamatan serta seluruh tim pengajar.

Usai mengikuti pembekalan materi al-Qur’an dan aqidah ini, 50 santri yang telah lulus dan akan diterjunkan ke medan dakwah akan mendapatkan pelatihan kedokteran ala Nabi SAW (thibbun nabawi).

Pelatihan ini akan difasilitasi tim pengajar dari Institut Thibbun Nabawi Indonesia (INTI), antara lain: Dokter
Zaidul Akbar, Ir Tata Saputra, Ika Oktariyani, dan Odas Sunjana.

Kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan mulai 1 hingga 7 September 2013 ini akan mempelajari materi pemahaman thibbunnabawi, bekam, herbalogi, pembetulan tulang belakang,  dan deteksi penyakit.

Menurut Ustadz Abdurrahman Urbun, Divisi Pendidikan AFKN, pelatihan thibbun nabawi bisa menjadi bekal para
santri AFKN yang akan ke Nuu Waar untuk pendekatan dakwah.

Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar