Thursday, 29 Zulhijjah 1435 / 23 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tanah Longsor Timbun Belasan Warga Ambon

Tuesday, 30 July 2013, 09:47 WIB
Komentar : 1
Antara
Tanah longsor (ilustrasi).
Tanah longsor (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Belasan warga di sejumlah lokasi di Kota Ambon, Selasa (30/7), tertimbun tanah longsor menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah sekitar sejak Senin (29/7) malam.

Delapan warga teridentifikasi tertimbun tanah longsor di Kelurahan Batu Meja dan tiga di antaranya sudah ditemukan, serta dievakuasi ke rumah sakit. Sulit mendapatkan identitas para korban yang sementara dievakuasi ke rumah kos milik keluarga Romroma.

Warga masih mencari lima korban lainnya, namun mengalami kesulitan karena timbunan material tanah bercampur batang dan ranting pepohonan yang juga bertumbangan. Di kelurahan Batu Gajah sebanyak dua orang dari keluarga Kapitan diselamatkan dan dievakuasi ke rumah sakit, dan dua korban lainnya masih dicari. Longsor juga terjadi di sejumlah desa atau kelurahan di Kota Ambon.

Sementara banjir merendam rumah warga antara lain di Desa Passo, Kelurahan Lateri, Desa Negeri Lama, Galala, Hatiwe Kecil, Batu Merah, Kadewatan, Pulugangsa, Batu Gajah, Wainitu dan Waihaong. Longsor dan banjir mengakibatkan sejumlah ruas jalan seperti di Galala, Batu Merah dan Pohon Puleh, tertutup.

Aktivitas pendidikan juga terlihat sepi karena guru maupun siswa kesulitan ke sekolah sehubungan transportasi umum yang beroperasi terbatas. Banjir dan longsor juga mengakibatkan hewan dan ternak piaran warga juga hanyut. Bencana alam ini juga mengakibatkan sejumlah jembatan roboh dan talud patah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun Dinas Sosial Kota Ambon belum menyalurkan bantuan tanggap darurat. Sementara itu korban banjir maupun tanah longsor akibat hujan di Maluku pada 2012 di Kota Ambon tercatat 33 warga meninggal dunia dan enam luka berat, Seram Bagian Barat (SBB) enam orang meninggal, Buru Selatan empat meninggal, Seram Bagian Timur(SBT) dua meninggal dan satu lainnya di Maluku Tengah.

Begitu pula infrastruktur, fasilitas umum maupun sosial serta rumah warga yang rusak ringan hingga total membutuhkan biaya anggaran untuk menanganinya mencapai ratusan miliar rupiah.

(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...