Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mobil Dinas Serang Malah Boleh Dipakai Mudik

Minggu, 21 Juli 2013, 21:15 WIB
Komentar : 1
Mobil dinas
Mobil dinas

REPUBLIKA.CO.ID,SERANG -- Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman memperbolehkan kepada para pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan mudik lebaran, asalkan kendaraan tersebut tetap dirawat dan mengisi bahan bakar minyak non subsidi. "Saya kira tidak ada masalah jika mobil dinas dibawa mudik dengan catatan mobil itu tetap mendapat perawatan. Kemudian juga harus diingat pengguna plat merah saat mudik nanti tetap harus mengisi kendaraannya dengan BBM non subsidi," kata Taufik, Ahad (21/7)

Ia mengatakan, selain harus mengonsumsi BBM non subsidi, biaya perawatan yang timbul saat penggunaan ditanggung sepenuhnya oleh pemakai. Kemudian pemakai plat merah tidak diperbolehkan meminjamkannya kepada orang yang tidak berhak ataupun berwenang. "Para pejabat yang mudik menggunakan mobil dinas untuk tidak asal-asalan atau sembarangan. Tak diperkenankan meminjamkan kepada orang lain, terutama anak-anak yang belum memiliki SIM (Surat izin mengemudi)," ujarnya.

Taufik mengaku tidak terlalu kaku dengan membatasi penggunaan mobil dinas, karena ia tidak ingin pada saat sudah masuk kerja ada pejabat yang membolos dengan alasan tidak bisa pulang karena tidak mendapatkan tiket. Meski demikian, tidak semua plat merah diperbolehkan digunakan untuk mudik.

Kata Taufik, semua mobil plat merah yang mempunyai fungsi operasional seperti ambulans dan mobil operasional lapangan untuk tanggap darurat mendapat pengecualian. "Kalau mobil untuk tanggap darurat seperti ambulans ya jangan (dipakai untuk mudik--red)," tegasnya

Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : Antara
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.(QS Al-Baqarah: 42)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...