Minggu, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Makanan Berbuka Mengandung Formalin Ditemukan di Bengkulu

Selasa, 16 Juli 2013, 04:55 WIB
Komentar : 0
IST
mi berformalin (ilustrasi)
mi berformalin (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Badan Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Bengkulu menemukan kandungan bahan berbahaya berupa formalin pada makanan berbuka puasa, yakni mie dan pempek, Senin.

"Kami menguji makanan berbuka di dua lokasi yakni di depan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu, dan di Kelurahan Kampung, hasilnya ada makanan yang positif mengandung formalin," kata Kepala BPOM Bengkulu Zulkifli.

Ia mengatakan hal itu diketahui saat inspeksi mendadak di dua tempat penjualan makanan berbuka puasa di Kota Bengkulu itu. Setelah mengambil 74 sampel di dua lokasi tersebut, ditemukan dua jenis makanan yang mengandung formalin yakni pempek kemasan dan mie yang dibuat menjadi makanan rujak mie.

"Yang positif mengandung formalin itu kami temukan dari pusat jajanan berbuka di kawasan Kelurahan Kampung," tambahnya.

Ia menambahkan BPOM Bengkulu akan terus melakukan uji sampel di beberapa lokasi penjualan makanan berbuka puasa atau takjil selama Ramadhan. Razia berkesinambungan tersebut dengan tujuan agar masyarakat yang menjalankan ibadah puasa tidak dirugikan dan terlindung dari pangan berbahaya.

"Kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, akan melakukan pembinaan pada pelaku usaha," tambah Zulkifli.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Edriwan Mansyur yang turut dalam sidak tersebut mengatakan akan melaporkan hasil pemeriksaan dan temuan itu ke Tim Ramadhan kota Bengkulu.

"Tim Ramadhan ini beranggotakan kepolisian yang nantinya dapat menindak secara hukum," katanya.

Selain itu, Disperindag juga akan dilibatkan untuk mengetahui asal mie dan pempek mengandung formalin itu, terkait dengan izin berjualan dan lainnya.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menanti Janji Jokowi Soal Perdamaian Palestina
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan umat muslim di Indonesia bisa ikut mendesak pemerintah agar lebih...

Berita Lainnya

Kantor KPID Sulsel Dibobol Maling

Tambang Bauksit Ilegal Kian Marak di Dompak, Tanjungpinang