Rabu , 09 May 2012, 12:32 WIB

Inilah 10 Gejala Sebelum dan Sesudah Kematian (3)

Red: Endah Hapsari
apakabardunia.com
Kematian/ilustrasi
Kematian/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Kematian adalah sebuah takdir yang tidak bisa dihindari, bahkan tidak bisa diketahui kapan terjadinya, karena yang mengetahui umur seseorang hanyalah Tuhan semata. Namun, biasanya ada gejala-gejala yang muncul saat orang akan atau telah meninggal. Soal kebenarannya? Wallahualam bissawab...

Tache Noire 
Tache Noire, secara harfiah berarti 'titik hitam', adalah garis cokelat gelap kemerahan yang akan membentuk horizontal di bola mata. Selama hidup, bola mata tetap lembab karena berkedip, tapi kadang-kadang mereka tidak lagi dilindungi setelah kematian. 

Oleh karena itu, Tache Noire akan terjadi pada individu yang kelopak mata tidak tertutup setelah kematian. Demikian pula, membran mukosa lain seperti lidah yang akan gelap setelah terpapar udara yang terlalu lama. 

Jika individu tenggelam, atau tubuh itu ditemukan dalam air, NoireTache tidak akan ditemukan sebabnya adalah karena bola mata harus terkena udara kering.

Purge Fluid 
Adalah cairan berwarna merah kecoklatan yang keluar dari mulut dan lubang anus, sering disalahartikan sebagai cedera otak atau darah biasa. Ini muncul sebagai akibat dari gas yang terbentuk di seluruh tubuh. 

Ketika terjadi pembentukan gas dalam perut dan usus, perut dapat menjadi tegang dan buncit. Selanjutnya, peningkatan tekanan abdomen menyebabkan pembersihan cairan kotor, darah kebiruan dari vagina, mulut dan hidung. 

Sebuah cairan bercampur kotoran yang sama juga akan muncul dari rektum (anus). Purge Fluid dapat berguna dalam menentukan waktu kematian. Jika seseorang meninggal dalam iklim panas, seperti Texas atau Meksiko, cairan ini dapat dilihat dalam waktu kurang dari 24 jam.

Degloving 
Setelah kematian kulit akan mengelupas, terutama kulit pada jari-jari dan kuku, gejala ini membuat kulit mengelupas seperti sarung tangan atau kaos kaki. Hal ini terjadi sebagai akibat dari pembengkakan gas pada batang leher dan anggota badan, yang menjadi bengkak sehingga seseorang dapat mengira mayat itu obesitas. 

Ketika gas busuk berada di bawah sejumlah besar tekanan, mereka melepaskan diri dari tubuh dan seluruh massa yang membusuk hancur bersama jaringan lunak. 

Degloving adalah istilah yang tepat karena anda dapat menarik kulit tangan mayat seperti anda melepas sarung tangan. Uniknya walau kulit luar dapat mengelupas, sidik jari si mayat masih tetap ada.

Maceration 
Maserasi berarti 'lunak dalam rendaman' dalam bahasa Latin. Hal ini mengacu kepada bayi yang mati dalam rahim, antara bulan keenam dan bulan kesembilan kehamilan. 

Dekomposisi mereka sedikit berbeda karena terendam lama di dalam cairan ketuban. Mereka menyerupai mayat direndam dalam air. Kulit bayi akan terlihat seperti mendidih atau 'terbakar' karena kulit mereka terlepas dari tubuh. 

Jika bayi tersebut tetap berada di rahim selama beberapa hari, tengkorak mulai hancur dan otak mulai mencair. Jika bayi dikeluarkan dari rahim dalam waktu 24 jam setelah mereka mati, dan udara masuk ke dalam tubuh sang ibu maka bukan maserasi yang terjadi namun pembusukan.

Sumber : apakabardunia.com