Friday, 6 Safar 1436 / 28 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bentrokan Suporter di Semarang, Tak Ada Korban Tewas

Monday, 06 May 2013, 15:12 WIB
Komentar : -1
Republika/Aditya Pradana Putra
Suporter fanatik PSIS Semarang.
Suporter fanatik PSIS Semarang.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepolisian Daerah Jawa Tengah memastikan tidak ada korban tewas dalam bentrok antara warga dengan pendukung PSIS Semarang, di Godong, Kabupaten Purwodadi, Senin (6/5) dini hari.

"Seluruh pendukung PSIS sudah berhasil dievakuasi Senin siang," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Djihartono. Ia membantah adanya pendukung PSIS yang tewas, meski ada yang terluka dalam kejadian tersebut.

Menurut dia, setelah evakuasi yang dilakukan oleh petugas gabungan dari kepolisian dan TNI, situasi di lokasi kejadian sudah berangsur kondusif. Ia menuturkan memang ada korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut. "Namun tidak ada kaitannya dengan bentrokan tersebut," katanya.

Bentrok antara warga dan pendukung PSIS Semarang tersebut, lanjut dia, diawali gesekan antara kedua kelompok itu. Ia menjelaskan rombongan suporter PSIS yang berjumlah banyak dinilai tidak berperilaku sopan di jalan. "Kemudian terjadi gesekan dengan warga, karena ada suporter yang juga melakukan pelemparan ke sebuah SPBU," katanya.

Menurut dia, Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Didiek S Triwidodo juga telah terjun langsung ke lapangan untuk mengoordinasikan situasi keamanan. Sebelumnya, bentrok antara warga dengan pendukung PSIS Semarang terjadi di Kecamatan Godong, Kabupaten Purwodadi sejak Ahad malam hingga Senin siang. Bentrok terjadi usai pertandingan antara Persipur Purwodadi dengan PSIS Semarang yang berkesudahan 0-0.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kewajiban Muslim Penuhi Hak-Hak Binatang
JAKARTA -- Ketua Pemuliaan Lingkungan Hidup & SDA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. H. Hayu Prabowo menuturkan sudah menjadi kewajiban seorang Muslim untuk...