Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

PLN Bangun Kabel Bawah Laut Batam-Bintan

Kamis, 21 Maret 2013, 22:10 WIB
Komentar : 0
Republika/Musiron
Gedung PLN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN akan menghubungkan sistem kelistrikan pulau Batam dengan pulau Bintan melalui jaringan listrik interkoneksi kabel listrik bawah laut 150 kilo Volt (kV). Penandatangan kontrak proyek pembangunan kabel listrik bawah laut ini dilakukan PLN bersama leader konsorsium, Kamis (21/3).

"Lama pelaksanaan proyek pembangunan jaringan interkoneksi Batam - Bintan ini sekitar 14 bulan sejak ditandatanganinya kontrak," kata Direktur Utama PLN Nur Pamudji. Proyek diharapkan kelar pertengahan tahun 2014.

Proyek ini terdiri dari koridor barat berupa pemasangan kabel listrik bawah tanah 150 kV sepanjang seribu meter. Selain itu ada pula kabel listrik bawah laut sepanjang 3.450 meter dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasam di pulau Batam ke pulau Ngenang melewati pulau Tanjung Sauh, dua pulau itu terletak di antara Batam dan Bintan.

Kemudian dilanjutkan koridor timur dengan memasang kabel listrik bawah laut 150 kV sepanjang 6.550 meter dari pulau Ngenang ke Tanjung Taloh di pulau Bintan. "Dengan demikian pada tahun 2014 Bintan sudah mendapat suplai listrik dari Batam sehingga kebutuhan listrik di Bintan dapat terpenuhi," jelasnya.
 
Saat ini PLTU Tanjung Kasam 2 x 55 MW telah beroperasi. Dengan beroperasinya PLTU Tanjung Kasam maka daya di Batam bertambah dan sistem kelistrikan Batam menjadi lebih andal.

Untuk memaksimalkan daya yang dihasilkan pembangkit  maka kelebihan daya di Batam akan disalurkan ke pulau-pulau sekitar seperti Pulau Bintan. Bukan hanya itu, ini juga dialirkan ke Belakang Padang.

Reporter : Sefti Oktarianisa
Redaktur : Yudha Manggala P Putra
365 reads
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Harga Bawang di Padang Kembali Naik