Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Selundupkan 2,5 Kilogram SS, Lima WNI Ditangkap

Kamis, 21 Maret 2013, 19:21 WIB
Komentar : 0
Antara/Arif Firmansyah
Ganja kering yang berhasil disita polisi.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Lima WNI yang diduga sebagai sindikat perdagangan narkotika berhasil ditangkap Polda Bali, karena kedapatan membawa dan menyelundupkan ganja dengan berat kotor 2,505 kilogram ke Bali.

Kelima orang itu, yakni J bin AK (40 tahun) asal Balikpapan, Vivi (39) asal Manado, DK (40) asal Jakarta, YL (37) asal Jakarta dan DMP (34) asal Sumatera Utara. Mereka ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda-beda. "Namun yang pasti mereka adalah satu geng dan satu sama lain saling terkait dengan keberadaan narkotika jenis methaphetamine itu," kata Kasubbid Penmas Humas Polda Bali, AKBP Sri Harmiti.

Kepada wartawan di Denpasar, Kamis (21/3), Sri menyebutkan, penangkapan kelima tersangka itu diawali oleh penangkapan tersangka J bin AK di Bandara Ngurah Rai, Bali 9 Maret pukul 12.30 WIB. J bin AK membawa barang itu dari Kuala Lumpur menumpang pesawat MH 715. Namun dalam pemeriksaan, J bin AK mengaku kalau barang itu diambilnya di Kathmandu, Nepal atas perintah tersangka Vivi.

Berdasarkan pengakuan J bin AK itu, polisi kemudian menyusun siasat, agar J bin AK menghubungi Vivi untuk menyerahkan barang titipannya. Lewat penyelidikan yang diawasi, J bin AK membuat janji bertemu dan menyerahkan barang di Penginapan Medori, Jalan Mertasari No 120, Suwung Kangin, Denpasar, pada 10 Maret pukul 23.00 WIB. Untuk mengambil barang, Vivi menugaskan DK, sedangkan Vivi menunggu diatas taksi bersama tersangka lainnya Yl.

Ternyata Vivi menyerahkan barang kepada Yl. Wanita asal Jakarta itu ternyata juga bukan pemilik barang haram tersebut, karena dia harus menyerahkannya lagi kepada tersangka DMP. Pada 14 Maret pukul 16.00 wita barang tersebut diserahkan Yl kepada DMP melalui DK di Hotel Maria . "Saat itulah DMP kemudian kami tangkap," kata Sri Harmiti.

Reporter : Ahmad Baraas
Redaktur : Dewi Mardiani
364 reads
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...