Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Harga Bawang Turun, Distributor Rugi

Kamis, 21 Maret 2013, 12:11 WIB
Komentar : 0
Bawang merah

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Harga bawang merah  mulai bergerak turun di beberapa daerah termasuk Kota Ambon, Maluku. Hanya, penurunan harga ini merugikan para distributor.

Mereka yang selama ini mendatangkan bahan kebutuhan masak itu dari Makasar, Surabaya dan Kupang pun mulai mengeluh. Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Maluku B.Ohorella mengatakan, para distributor sudah telanjur membeli dengan harga tinggi.

"Mereka katakan, bagaimana kami mau turunkan harga bawang merah hingga mencapai Rp 40.000 per kilogram sesuai perkembangan harga saat ini, sedangkan stok yang tersedia dibeli dengan harga mahal," ujarnya, di Ambon, Kamis (21/3).

Oleh karena itu, lanjutnya, mereka  menawarkan harga bawang merah masih di atas normal yakni Rp 45.000 per kilogram untuk bisa menutupi modal yang sudah dikeluarkan.

Selain itu,  terdapat pasokan dari Pulau Seram Kabupaten Maluku Tengah sebanyak dua ton dengan harga di tingkat petani Rp25.000 per kilogram. Para pengecer, ujarnya, menjual lagi di pasar Rp35.000 hingga Rp40.000 per kg.

"Syukurlah kalau bawang produksi lokal sudah mulai masuk ke pasar Ambon sehingga bisa mengimbangi sekaligus sewaktu-waktu bisa mengisi kekosongan apabila pasokan dari luar daerah terlambat," ujarnya.

Dia berharap dengan adanya pasokan dari petani lokal ada perhatian khusus dari pemerintah setempat untuk membantu pengadaan lahan pertanian terutama untuk menanam bawang, sebab sudah terbukti daerah Maluku juga cocok untuk tanaman tersebut.

Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Sumber : Antara
1.167 reads
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...