Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Tertahan Sebulan di Kontainer, Bawang Mulai Bertunas

Rabu, 13 Maret 2013, 17:02 WIB
Komentar : 0
.
Bawang putih, salah satu peningkat daya tahan tubuh

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ribuan ton bawang putih impor dari puluhan kontainer yang tertahan di Terminal Pelabuhan Surabaya (TPS) Tanjung Perak kondisinya semakin tidak layak konsumsi.

Pihak operasional PT Pelindo III mengonfirmasi bahwa kondisi ribuan ton bawang tersebut sudah mulai bertunas setelah berada di TPS lebih dari satu bulan.

Manager Operasional Terminal Petikemas Surabaya (TPS) PT Pelindo III Rumaji mengatakan, tumbuhnya tunas karena lamanya penahanan bawang di TPS sejak Januari lalu. "Kita melihat beberapa bagian bawang kondisinya sudah mulai bertunas," ujar Rumaji kepada Republika, Rabu (13/3).

Rumaji mengungkapkan, apabila puluhan kontainer dan ratusan kontainer hortikultura yang tertahan tidak secepatnya keluar dari pelabuhan. Ia mengkhawatirkan, kondisi bawang ini sudah tidak layak konsumsi lagi, karena lamanya bertahan di pelabuhan. 

Ditambah, importir hingga saat ini belum mengkonfirmasi kepemilikan dan pelengkapan dokumen rekomendasi impor produk hortikultura (RPIH) dan surat persetujuan impor (SPI) yang telah disyaratkan.

Menurutnya, dua importir bawang putih, PT Citra Gemini Mulya dan PT Amanah Jaya Abadi hanya memiliki waktu kurang dari dua bulan untuk melengkapi dokumen.

Apabila importir tidak melengkapi dokumen RPIH dan SPI dalam waktu 14 hari untuk direekspor ke negara asal, maka diberi tambahan waktu 14 hari hingga waktu pemusnahan. "Importir ada waktu satu bulan, 14 hari untuk reekspor dan apabila tidak dilengkapi 14 hari kemudian sebelum dimusnahkan," katanya. 

 

 

Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
923 reads
Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda