Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Golkar-Demokrat Berkoalisi di Pilkada Sumsel

Rabu, 13 Maret 2013, 09:59 WIB
Komentar : 0
ROL/Fafa
Alex Noerdin

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Untuk pendaftaran Pilkada Sumatra Selatan (Sumsel) 2013 – 2018 di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) ditutup pada Kamis (14/3) pukul 24.00 WIB. Hingga saat ini, Partai Golkar tak kunjung menetapkan cawagub pendamping cagub Alex Noerdin.

Juru bicara Partai Golkar DPD Sumsel, RA Anita Noeringhati, Rabu (13/3), mengatakan, “Sore ini siapa cawagub Partai Golkar yang akan mendampingi Alex Noerdin akan diketahui. Kamis siang, Partai Golkar akan mendaftarkan cagub dan cawagubnya ke KPUD Sumsel.”

Untuk pendamping Alex Noerdin, dia menjelaskan, akan berasal dari Partai Demokrat. “Akan terjadi koalisi antara dua partai pemenang pemilu di Sumsel, yaitu antara Partai Golkar dan Partai Demokrat pada pilkada Gubernur Sumsel.”

Walau di media sudah gencar menyebut cawagub dari partai koalisi tersebut, yaitu Ishak Mekki (Ketua DPD Partai Demokrat yang kini masih menjabat Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir-OKI), Anita tetap belum menyebut nama tersebut.

Sementara itu pengurus DPP Partai Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi, yang dihubungi mengatakan, “Hari ini calon gubernur Partai Golkar Alex Noerdin bersama wakil ketua umum DPP akan bertemu dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Jadi setelah pertemuan tersebut sudah bisa diketahui siapa cawagub dari Partai Golkar.”

Menurut Bobby, pertemuan tersebut menjadi isyarat akan adanya koalisi antara partai berlambang pohon beringin tersebut dengan Partai Demokrat. “Jika ini terjadi maka ini merupakan koalisi ideal untuk memenangkan pilkada Gubernur Sumsel 2013 – 2018.

Reporter : Maspril Aries-
Redaktur : Dewi Mardiani
4.066 reads
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda