Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Serangan Hama tak Pengaruhi Swasembada Beras

Minggu, 10 Maret 2013, 20:30 WIB
Komentar : 0
Antara
Pasukan Satpol PP dalam sebuah apel siaga.

PURWOKERTO -- Berbagai jenis hama pada musim tanam pertama tahun 2013 ini menyerang tanaman padi di wilayah Banyumas. Berbagai jenis hama seperti wereng cokelat, tikus dan hama beluk mengancam.

Akan tetapi, Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan (Distanhutbun) Banyumas Widarso memastikan, serangan hama tersebut tidak sampai mempengaruhi produksi gabah secara signifikan.

 

''Kami optimis, produksi gabah di wilayah Banyumas pada musim panen raya mulai akhir Maret hingga April mendatang, akan tetap baik,'' jelasnya, Ahad (10/3).

hingga akhir tahun 2012, produksi gabah kering giling (GKG) di Banyumas mencapai 381 ribu ton atau 213 ribu ton beras. Dengan demikian, masih terjadi surplus sebanyak 67 ribu ton

Dia menjelaskan, setelah masa tanam saat ini ada beberapa jenis hama yang harus mendapat perhatian lebih besar. Yaitu, jenus hama wereng coklat, tikus dan hama beluk. ''Menjelang musim panen ini, ada beberapa hektar sawah yang mulai terserang hama beluk,'' jelasnya. 

Ciri tanaman yang terserang hama ini, terutama dapat dilihat dari batang bulir padinya yang tetap tegak. Bahkan meski pun padi sudah menguning, namun padi tidak menunduk. Hal ini terjadi karena bulir padi tidak berisi beras.  

''Jenis hama beluk ini, termasuk yang ditakuti petani. Soalnya, hama ini biasa menyerang jjustru ketika padi mulai berbuah,'' katanya.

Sunarto (56), Petani Desa Notog Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas mengaku ada sebagian tanaman padinya yang terserang hama beluk. ''Hama ini sulit sekali diberantas. Tapi untungnya hanya sedikit tanaman yang terkena hama ini,'' jelasnya.

Menurutnya, hama ini berbentuk ulat yang berdiam di dalam batang padi. Ulat ini, akan terlihat jika batang tanaman padi dipatahkan. ''Entah bagaimana, ulat ini seperti menyetop aliran makanan ke bulir padi sehingga bulir padi menjadi tidak berisi beras,'' katanya.

 

Reporter : Eko Widyanto
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
809 reads
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Jembatan Orang Kayo Rusak, Aktivitas Warga Lumpuh