Minggu, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Pasuruan

Kamis, 28 Februari 2013, 21:07 WIB
Komentar : 0
Antara/Yusran Uccang
Seorang warga merapikan rumahnya yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di kelurahan Kassi-kassi Makassar, Sulsel, Sabtu (26/11). Sekitar 50 rumah rusak akibat diterjang angin puting beliung di Makassar.
Seorang warga merapikan rumahnya yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di kelurahan Kassi-kassi Makassar, Sulsel, Sabtu (26/11). Sekitar 50 rumah rusak akibat diterjang angin puting beliung di Makassar.

REPUBLIKA.CO.ID, PASURUAN -- Puting beliung menerjang puluhan rumah di empat desa di Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, Kamis. Keempat desa yang diterjang putting beliung meliputi Wonojati, Karangsentul, Gayam dan Wonosari.

Puting beliung juga melukai delapan warga yang harus dirawat di Puskesmas Gondangwetan. Para korban luka masing-masing Nuridin (11), Nur Azizah (42), Komudin (7), Hasbullah (9), Koniyatul (16), Khilatul Nisa (19), Zainuri (40), Tarilah (25), Kili (25).

Kedelapan korban berasal dari dua dusun, yakni Dusun Kili dan Dusun Ngepreng, Desa Wonosari. Mereka mengalami luka pada bagian kepala, tangan, kaki dan bahu, karena tertimpa genteng.

Zainul, salah seorang korban menjelaskan, puting beliung membuat warga di empat desa panik dan sibuk menyelamatkan diri. Mereka tidak menyangka terjadi terjangan angin besar yang sangat mendadak.

"Anginnya berputar hingga membuat genteng berterbangan. Suaranya juga bergemuruh membuat orang-orang takut dan panik. Warga juga saling menyelamatkan diri untuk menghindari benda yang terjatuh kembali setelah disapu angin," kata Zainul.

Disebutkannya, puluhan bangunan yang rusak terdiri dari rumah, sejumlah tempat ibadah dan instansi milik pemerintah. Kondisi paling parah terjadi di Desa Wonosari.

Selain merusak bangunan, terjangan puting beliung juga membuat lokasi pasar malam yang dipenuhi permainan untuk anak-anak di Lapangan Desa Gayam, seketika bubar.

Sejumlah wahana permainan roboh dan terpaksa tidak dapat dioperasikan. Hingga saat ini, warga yang rumahnya mengalami kerusakan, terpaksa harus mengungsi ke rumah tetangganya.

"Terpaksa mengungsi untuk sementara waktu. Karena genteng rumah banyak yang tersapu angin," kata Yeni Anugerah, warga Perumahan Keboncandi, Desa Karangsentul.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menanti Janji Jokowi Soal Perdamaian Palestina
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan umat muslim di Indonesia bisa ikut mendesak pemerintah agar lebih...

Berita Lainnya

SDN 88 Raup Rp 31 Juta dari Sampah