Thursday, 28 February 2013, 21:07 WIB

Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Pasuruan

Red: Yudha Manggala P Putra
Antara/Yusran Uccang
Seorang warga merapikan rumahnya yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di kelurahan Kassi-kassi Makassar, Sulsel, Sabtu (26/11). Sekitar 50 rumah rusak akibat diterjang angin puting beliung di Makassar.
Seorang warga merapikan rumahnya yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di kelurahan Kassi-kassi Makassar, Sulsel, Sabtu (26/11). Sekitar 50 rumah rusak akibat diterjang angin puting beliung di Makassar.

REPUBLIKA.CO.ID, PASURUAN -- Puting beliung menerjang puluhan rumah di empat desa di Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, Kamis. Keempat desa yang diterjang putting beliung meliputi Wonojati, Karangsentul, Gayam dan Wonosari.

Puting beliung juga melukai delapan warga yang harus dirawat di Puskesmas Gondangwetan. Para korban luka masing-masing Nuridin (11), Nur Azizah (42), Komudin (7), Hasbullah (9), Koniyatul (16), Khilatul Nisa (19), Zainuri (40), Tarilah (25), Kili (25).

Kedelapan korban berasal dari dua dusun, yakni Dusun Kili dan Dusun Ngepreng, Desa Wonosari. Mereka mengalami luka pada bagian kepala, tangan, kaki dan bahu, karena tertimpa genteng.

Zainul, salah seorang korban menjelaskan, puting beliung membuat warga di empat desa panik dan sibuk menyelamatkan diri. Mereka tidak menyangka terjadi terjangan angin besar yang sangat mendadak.

"Anginnya berputar hingga membuat genteng berterbangan. Suaranya juga bergemuruh membuat orang-orang takut dan panik. Warga juga saling menyelamatkan diri untuk menghindari benda yang terjatuh kembali setelah disapu angin," kata Zainul.

Disebutkannya, puluhan bangunan yang rusak terdiri dari rumah, sejumlah tempat ibadah dan instansi milik pemerintah. Kondisi paling parah terjadi di Desa Wonosari.

Selain merusak bangunan, terjangan puting beliung juga membuat lokasi pasar malam yang dipenuhi permainan untuk anak-anak di Lapangan Desa Gayam, seketika bubar.

Sejumlah wahana permainan roboh dan terpaksa tidak dapat dioperasikan. Hingga saat ini, warga yang rumahnya mengalami kerusakan, terpaksa harus mengungsi ke rumah tetangganya.

"Terpaksa mengungsi untuk sementara waktu. Karena genteng rumah banyak yang tersapu angin," kata Yeni Anugerah, warga Perumahan Keboncandi, Desa Karangsentul.

Sumber : Antara