Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Hutan Mangtove di Tanjungpura Disulap Jadi Kebun Sawit

Kamis, 28 Februari 2013, 19:37 WIB
Komentar : 0
Antara
Hutan Mangrove (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,STABAT--Petugas gabungan dari Kepolisian Resort Langkat Sumatera Utara, Koramil, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), menemukan hutan mangrove di pesisir pantai timur Tanjungpura yang beralih fungsi menjadi perkebunan sawit.

"Kita temukan ada alih fungsi hutan mangrove menjadi perkebuna kelapa sawit di Tanjungura," kata Kepala Bahagian Operasional Polisi Resor Langkat, Komisaris Polosi Suyadi di Stabat, Kamis.

Tidak hanya hutan mangrove yang berubah fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit yang ditemukan petugas, dalam razia itu juga ditemukan satu alat berat yang ditinggalkan pemiliknya, katanya.

Penyusuran petugas ini dilakukan karena adanya informasi yang disampaikan oleh masyarakat terhadap instansi terkait.

Sehinga petugas langsung melakukan kunjungan ke lapangan untuk melihat dari dekat informasi yang disampaikan masyarakat tersebut, kata Suyadi.

Menyangkut dengan satu alat berat yang ditemukan dilapangan, pihaknya menduga baru saja ditinggalkan oleh pemiliknya.

Karena kondisi mesin alat berat tersebut masih panas, dan kuncinya juga masih menempel ditempatnya, katanya.

Petugas gabungan juga membakar posko penggarap hutan mangrove, yang diduga juga sudah ditinggalkan penghuninya sebelum kedatangan petugas.

Tidak hanya itu saja petugas juga melakukan penebangan terhadap sejumlah pohon kelapa sawit ang ditanam penggarap diatas lahan hutan mangrove.

Sementaea itu, Balai Besar KOnservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara menyatakan bahwadari hasil temuan ini akan diserahkan ke Polres Langkat untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Alat berat akan dibawa sebagai barang bukti ke polres Langkat. Diperkirakan ratusan hektare hutan mangrove yang ada di kawasan itu sudah berubah fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit dan ini sangat merugikan masyarakat.

"Kita dukung penertiban hutan mangrove yang ada di kawasan pesisir pantai timur Tanjungpura," kata Ketua LSM Penegak Amanat Rakyat Sumatera Utara, Sirkani yang dihubungi secara terpisah.

Aparat kepolisian, BKSDA, harus benar-benar tegas untuk menyelamatkan hutan mangrove dari kepunahan.

Karena kita tidak mengiginkan ratusan nelayan hidupnya akan terlantar, karena punahnya tempat ikan berkembang biak, yang merupakan kebutuhan nelayan, katanya.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
571 reads
'Ketahuilah, sesungguhnya bahwa malaikat tidak mau masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat patung.(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Diberi Bantuan Kapal, Nelayan Malah Bingung

Jadwal Pemilukada Lampung Belum Jelas