Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Guru di NTT Belum Terkontaminasi Politik Praktis?

Rabu, 27 Februari 2013, 12:28 WIB
Komentar : 0
Guru mengajar/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,KUPANG--Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Nusa Tenggara Timur Yohanis Mau mengemukakan para guru di daerah ini belum terkontaminasi dengan kegiatan politik praktis, sehingga masih murni dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

"Tidak ada guru di wilayah provinsi kepulauan ini menjadi partisan untuk kepentingan partai politik tertentu dalam menghadapi Pemilu 2014. Mereka masih murni menjadi pendidik yang setia bagi peserta didiknya," katanya di Kupang, Rabu.

Ia dikonfirmasi masalah ini terkait dengan kemungkinan adanya partai politik yang memanfaatkan guru-guru di NTT untuk kegiatan partainya, serta kepentingan politik pribadi untuk Pemilu 2014.

Yohanis menegaskan guru adalah tenaga pendidik yang mempunyai tugas dan tanggungjawab utama adalah mencerdaskan anak bangsa seperti yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

Selain sebagai pendidik, kata dia, guru juga adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang dalam melaksanakan tugasnya tetap terikat pada PP No.53 Tahun 2010, tentang Netralitas Sebagai Abdi Negara.

"Aturan sudah jelas mengatur tentang posisi guru dan sejauh ini tidak ditemukan adanya aktivitas guru yang bekerja untuk kepentingan partai politik tertentu, baik dalam momentum pemilu legislatif maupun Pilpres," katanya.

Ia menambahkan jika ada laporan dari masyarakat mengenai keterlibatan guru dalam mendukung partai politik tertentu, maka pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk diproses.

"Payung hukum sudah jelas, jadi kalau ada guru yang memang terbukti bekerja untuk membesarkan partai politik tertentu, maka ada konsekuensi sanksi yang harus diterima," katanya.

Dia juga meminta para pengawas sekolah di daerah-daerah untuk membantu memantau setiap gerakan para guru di lapangan, agar fokus memberikan bimbingan dan latihan kepada anak didik dan tidak terlibat jauh dalam urusan politik.

"Keterlibatan dalam mendukung partai politik tertentu, akan mengganggu tugas utama sebagai seorang pendidik," demikian Yohanis Mau.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
705 reads
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Akibat Badai Siklon, Riau Kering Selama Empat Hari