REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Sekira 800 ribu batang pensil 2B beserta 54 ribu buah rautan exam grade palsu, dimusnahkan di sebuah pabrik pengelola limbah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (26/2).
Kasubdit Penindakan Direktorat Penyidikan Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, Abdul Hakim, mengatakan tindakan pemusnahan pensil dan rautan palsu itu dilakukan untuk memberi efek jera kepada pelanggar.
Selain itu, juga bisa memberikan perlindungan terhadap konsumen dan produsen. Sebab, jika pensil 2B palsu itu dibiarkan beredar, maka akan merugikan siswa yang mengikuti ujian nasional.
Pensil 2B itu biasa digunakan saat UN, dan jika pensil 2B palsu itu dibiarkan beredar, maka jawaban dari siswa ujian nasional itu tidak akan terbaca komputer. Artinya akan merugikan siswa peserta ujian nasional yang menggunakan pensil 2B.
Sementara itu, pemusnahan 832.752 pensil 2B dan 54 ribu rautan exam grade palsu itu disaksikan empat orang penyidik PNS Kemenkumham, dua orang dari Suryomurcito & Co beserta aparat keamanan setempat.
Proses pemusnahan barang-barang palsu tersebut dilakukan dengan menurunkan dua mesin penghancur dan terakhir semuanya dimasukan ke dalam tungku besar untuk dibakar.
Pengacara dari Suryomurcito & Co, M Arif Rochman, mengatakan sebanyak 832.752 pensil 2B dan 54 ribu rautan exam grade palsu yang dimusnahkan itu merupakan barang bukti hasil penggerebekan di dua lokasi sekitar Kota Bandung, pada Juli 2012.
Menurutnya dalam pensil 2B yang asli tercantum Schwan-Stabilo sebagai pemilik sah merk exam grade. Tetapi dalam pensil 2B yang kini dimusnahkan, tidak tertera Schwan-Stabilo dan kualitas pensil palsu itu pun rendah.
Tingkat kegelapan dan arsiran pensil 2B palsu itu tidak terbaca oleh komputer. Dengan demikian, jika pelajar peserta ujian nasional menggunakan pensil 2B palsu tersebut maka akan merugi dan bisa tidak lulus ujian nasional. Sebab, arsiran pada pensil 2B palsu itu tidak terbaca komputer.
Ia tidak bisa memastikan kalau pensil 2B palsu itu sudah hilang dari pasaran. Karenanya ia meminta masyarakat, khususnya pelajar yang akan ujian nasional, lebih teliti dalam membeli pensil 2B.