Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Banjir Tanjung Balai tak Ganggu BTS Telkomsel

Selasa, 26 Februari 2013, 22:40 WIB
Komentar : 0
Antara/Yudhi Mahatma
Menara BTS (Base Transceiver Stations) milik Telkomsel di Pulau Tongkeng, Kepulauan Seribu.

REPUBLIKA.CO.ID,MEDAN--Telkomsel menegaskan 36 base transceiver station (BTS) perusahaan itu di Tanjung Balai Sumut tidak terganggu banjir yang melanda daerah itu sejak Jumat.

"Keseluruhan jaringan masih berfungsi normal hingga Selasa, sehingga layanan komunikasi pelanggan masih tetap normal," kata Head of Telkomsel Area Sumatera, Gilang Prasetya di Medan, Selasa.

Untuk tetap menjaga performansi jaringan di daerah itu yang masih digenangi air, tim "Network Operation" Telkomsel terus menerus melakukan pemantau perkembangan jaringan itu.

Telkomsel juga menyiagakan kapasitas network di wilayah itu untuk mampu menampung lonjakan komunikasi hingga 70 persen dari penggunaan normal.

"Biasanya saat dan pascabencana alam seperti banjir, komunikasi mengalami lonjakan menyusul untuk penyampaian segala informasi mengenai bencana itu," katanya.

Hasil data Telkomsel, pascabanjir di Tanjung Balai itu, komunikasi mengalami lonjakan sekitar 10 persen.

Selain menjaga keamanan jaringan, Telkomsel juga dewasa ini meningkatkan layanan ketersediaan produk Telkomsel baik paket perdana kartu prabayar simPATI dan kartu AS, maupun pulsa isi ulang hingga ke tingkat oulet yang tersebar di wilayah Tanjung Balai.

Kabid Rekontruksi dan Penanggulangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanjung Balai, Ahmad Sofyan mengakui banjir di Tanjung Balai Sumut itu menelan korban jiwa seorang pelajar sekolah dasar kelas V..

Korban banjir yang bernama Zulhafizoh (11) merupakan penduduk Jalan Anwar Idris, Kelurahan Bunga Tanjung.

Korban tenggelam ke Sungai Bandar Jepang yang arus airnya sedang deras, setelah terpeleset ke sungai itu saat bermain sambil menangguk ikan bersama temannya di sekitar jembatan Jalan Al Waton Kelurahan Gading.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
1.093 reads
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda