Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Muhaimin Usulkan Monumen Gus Dur di Kalbar

Kamis, 21 Februari 2013, 01:11 WIB
Komentar : 0
Muhaimin Iskandar

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, mengusulkan pembangunan Monumen Gus Dur di Kalimantan Barat sebagai bentuk pusat kesadaran kebhinekaan agar semangat pluralisme dan keadilan semakin dijiwai oleh bangsa Indonesia.

"Hal itu disampaikan Cak Imin ketika bertemu panitia Festival Cap Go Meh Singkawang untuk hadir pada 24 Februari mendatang," kata Wakil Ketua Panitia, Daniel Johan, saat dihubungi di Pontianak, Rabu.

Cak Imin, kata Daniel Johan, mengatakan Gus Dur merupakan pencetus sejarah Imlek di Indonesia. Saat menjadi Presiden RI, Gus Dur mencabut Inpres No.14/1967 karena bertentangan dengan UUD 1945.

Sebelum dicabut, Inpres tersebut selama puluhan tahun mengekang warga Tionghoa sehingga tak bisa bebas melaksanakan budayanya termasuk merayakan Imlek dan Cap Go Meh secara terbuka.

Setelah mencabutnya, Gus Dur menerbitkan Keppres No.6/2000 yang menjamin warga Tionghoa dapat menjalankan kegiatan keagamaan, kepercayaan, dan adat istiadatnya secara terbuka. Setahun kemudian, Gus Dur menjadikan tahun baru Imlek sebagai hari libur nasional fakultatif. Saat itu untuk pertama kalinya perayaan Imlek nasional diselenggarakan dan dihadiri Gus Dur selaku Presiden RI.

Pada 10 Maret 2004, Gus Dur dinobatkan sebagai Bapak Tionghoa Indonesia di Kelenteng Tay Kak Sie, kawasan Pecinan Semarang, Jawa Tengah. Gelar dianggap sepadan dengan jasa-jasa Gus Dur dalam memperjuangkan persamaan hak dan mencabut peraturan yang mendiskriminasi warga Tionghoa.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
1.852 reads
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...