Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pembangunan Kota Baru Lampung Telan Dana Rp 341 M

Sabtu, 02 Februari 2013, 20:25 WIB
Komentar : 3
wordpress.com
Peta Lampung Selatan
Peta Lampung Selatan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Pembangunan kawasan kota baru di Kabupaten Lampung Selatan, akan menempati lahan seluas 1.500 hektare (ha).

Pembangunan pusat perkantoran pemerintah provinsi (pemprov) Lampung direncanakan akan selesai tahun ini dengan anggaran Rp 341 miliar.

"Tahun ini kantor gubernur dan pemprov Lampung selesai, jadi tahun depan sudah bisa pindah," kata Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP, di Bandar Lampung, Sabtu (2/2).

Menurut Gubernur, pembangunan kawasan baru di Lampung, untuk mengantisipasi tingginya jumlah penduduk dan pesatnya pembangunan kota Bandar Lampung. "Dengan pindahknya kantor gubernur dan pemprov Lampung, setidaknya ada penyebaran pegawai sembilan ribu lebih," katanya.

Ia mengatakan kawasan kota baru ini akan terintegrasi dengan pembangunan perluasan Bandara Radin Inten II Branti, sekitar 300 ha. Sehingga, lanjut dia, jalan menuju bandaraa saat ini hanya untuk cargo, sedangkan arus penumpang melalui jalur ke arah kota baru.

Pemprov Lampung tetap memprioritaskan pembangunan kota baru, dengan alokasi anggaran tahun ini sebesar Rp 341 miliar. Sebesar 22 persen anggaran di Dinas Pengairan dan Pemukiman Lampung tahun 2013 diperuntukkan untuk mendukung program kota baru.

Dinas tersebut menganggarkan pembangunan kantor gubernur sebesar Rp 72 miliar, pembangunan gedung DPRD sebesar Rp 46 miliar, pembangunan Masjid Agung sebesar Rp 20 miliar.

Pembangunan tugu selamat datang kota baru sebesar Rp 1 miliar, pembangunan pintu gerbang kota baru sebesar Rp 6 miliar, dan pembangunan balai adat kota baru sebesar Rp 1,5 miliar.

Reporter : Mursalin Yasland
Redaktur : Heri Ruslan
Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...