Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pascagempa, Bandara SIM Banda Aceh Kembali Normal

Rabu, 23 Januari 2013, 08:25 WIB
Komentar : 0
ANTARA/Fiqman Sunandar
Gempa bumi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Kegiatan operasional di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh tetap berlangsung normal setelah terjadinya gempa berkekuatan 6,0 skala Richter yang mengguncang Banda Aceh pada Selasa (22/1) pagi.

"Alhamdulillah, Bandara SIM Banda Aceh kondusif," kata General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara SIM, HM Wasfan, Rabu.

Menurut dia, seluruh fasilitas baik infrastruktur maupun peralatan penunjang operasional penerbangan tidak ada yang terdampak oleh gempa tersebut.

Ia memaparkan, sejak penerbangan pertama pada Selasa (22/1) pagi pukul 06.20 WIB hingga penerbangan berikutnya, semua aktivitas berjalan normal.

Penerbangan pertama yang dimaksud dilakukan oleh pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-397 yang mengangkut sebanyak 154 penumpang menuju Jakarta.

Ia juga menuturkan, guncangan gempa yang cukup keras pada pukul 05.22 WIB tersebut memang sempat membuat panik warga Kota Banda Aceh, termasuk petugas PT Angkasa Pura II yang betugas di Bandara SIM.

"Sejumlah warga sempat berhamburan keluar rumah karena terkejut, termasuk saya. Sejalan dengan itu, saya mengkoordinasikan seluruh personel di lapangan untuk memeriksa seluruh fasilitas. Alhamdulillah, ternyata tidak ada yang bermasalah," katanya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada 22 Januari pukul 05.22 dengan kekuatan 6,0 Skala Richter.

Selain itu, pusat gempa berada 15 kilometer barat daya Kota Banda Aceh pada posisi 5.49 Lintang Utara, dan 95.21 Bujur Timur, dengan kedalaman 84 kilometer.

Sebagaimana telah diberitakan, seorang tewas dan tujuh orang luka- luka tertimpa runtuhan rumah setelah gempa kuat menguncang wilayah pegunungan di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Selasa, pukul 05.26 WIB.

"Laporan sementara seorang bocah tewas dan tujuh warga lainnya mengalami luka ringan dan berat setelah rumah mereka runtuh akibat gempa itu," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh Jarwansyah di Banda Aceh, Selasa (22/1).

Informasi dari Pidie menyebutkan Tutia Rahmi (9) warga desa Alue Coet, Kecamatan Mane Kabupaten Pidie tewas tertimpa bangunan rumahnya saat gempa pagi hari itu.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : Antara
1.078 reads
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda