Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

HIV/AIDS Dikhawatirkan Meningkat pada Wanita

Rabu, 23 Januari 2013, 07:10 WIB
Komentar : 0
Republika/Agung Supriyanto
Seorang perawat tengah memberikan cairan Anti Retroviral Virus (ARV) sebagai obat memperlambat perkembangan virus kepada anak dengan HIV/AIDS.

REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN -- Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), drg Dyah Muryani, mengkhawatirkan semakin banyaknya wanita yang menderita HIV/AIDS di kota itu.

Dia mengatakan, kemarin, jumlah wanita dengan HIV/AIDS tersebut kini mencapai sepertiga dari 606 orang yang diketahui mengidap penyakit itu. "Jadi ada sekitar 200 orang dalam rentang usia yang produktif dan masa subur, 25-45 tahun," kata Dyah.

Kekhawatiran terbesar, ujarnya, adalah akan semakin banyak bayi-bayi yang lahir dari mereka, yang hampir pasti menderita HIV/AIDS juga sebagai turunan dari ibunya. Ia menambahkan, jumlah penderita sebanyak 606 orang sendiri meningkat 117 orang dari pengidap yang diketahui tahun 2012 sebanyak 489 orang.

"Semakin mencemaskan lagi, karena kini ada penderita yang masih remaja, yang masih berusia 16 tahun, dan masih bersekolah," katanya.

Ia mengatakan, kini ada fenomena HIV/AIDS di Kota Minyak itu menyebar di kalangan keluarga. "Ditandai oleh balita yang terkena, mengidap, dan kemudian meninggal," tutur Dyah.

Dikatakannya, sampai saat ini sudah 2 balita meninggal karena HIV/AIDS. Mereka bagian dari 167 orang yang tewas karena penyakit itu sejak 2005. Kedua balita meninggal tahun 2012, di mana sepanjang tahun itu juga meninggal 6 penderita dewasa.

Ia mengatakan, penularan HIV/AIDS di Balikpapan umumnya terjadi melalui aktivitas seksual. Lelaki atau suami yang menulari pasangannya di rumah kemungkinan besar tertular dari aktivitas seks dengan perempuan lain. "Karena itu kesetian kepada pasangan, moralitas yang baik, dan perilaku seks yang sehat tetap cara terbaik untuk mencegah penyakit ini," tegas Dyah.

Dyah mengakui masih kesulitan untuk mengajak mereka yang positif terkena HIV/AIDS untuk berobat. Meski ada jaminan identitas dirahasiakan, tetap saja tidak mudah untuk mengajak mereka. Sejauh ini Dinas Kesehatan Kota Balikpapan merujuk pasien kepada tiga rumah sakit untuk merawat pasien pengidap HIV, yakni RS Pertamina Balikpapan (RSPB), RS Tentara dr Hardjanto (RST), dan yang baru RS Siloam.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
1.497 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...