Rabu, 24 Syawwal 1435 / 20 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Basmi Hama Tikus, Pemkab Solok Selatan Sebar Burung Hantu

Kamis, 17 Januari 2013, 07:02 WIB
Komentar : 0
animaldiscovery.com
Burung hantu (ilustrasi).
Burung hantu (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG ARO -- Serangan hama tikus si Kecamatan Sungai Pagu dan Koto Parik Gadang Diateh sudah sangat meresahkan petani. Pasalnya tikus sampai memakan bibit padi yang disemi.

Mengatasi hal itu, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan akan menyebarkan burung hantu sebagai predator untuk memberantas hama tikus di daerah itu.

"Untuk memberantasnya akan lebih efektif dengan predatornya, yaitu burung hantu," kata Sekretaris Daerah Solok Selatan Fachril Murad di Padang Aro, Kamis.

Pembasmian hama tikus dengan insektisida, kata dia, memang sudah dilakukan. Akan tetapi, memakai predator burung hantu itu akan lebih baik.

"Sebab, binatang itu akan bekerja terus-menerus selama tidak diburu dan dibunuh masyarakat. Ini dinilai jauh lebih efektif," katanya menegaskan.

Untuk itu, kata dia, pemkab sudah melakukan pantauan terkait dengan pembelian burung hantu tersebut. "Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat untuk mendapatkan burung hantu itu, dan bisa dibeli per sarang," kata dia.

Ia mengimbau, setelah predator itu dilepaskan, masyarakat sekitar tidak boleh memburu maupun menangkap burung hantu tersebut.

"Sebelum dilepaskan, kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar supaya inflasi rantai makanan itu tidak terhenti. Serangan hama tikus ke depannya bisa teratasi tanpa menggunakan insektisida," katanya.


Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
Barang siapa yang memerhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar