Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Lagi, Ulama Pamekasan Batal Dukung Demokrat

Minggu, 30 Desember 2012, 00:15 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Aidilla
Bendera Partai Demokrat.

REPUBLIKA.CO.ID, PAMEKASAN -- Kasus dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah kader Partai Demokrat di Jakarta, mempengaruhi dukungan para ulama di Pamekasan. Banyak ulama yang akhirnya mencabut dukungan politiknya terhadap pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusung partai itu.

Juru bicara ulama dari pondok pesantren Nurul Falah, Batubintang, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, KH Mudarris, Sabtu menjelaskan, dirinya bersama empat ulama pilar pengasuh pondok pesantren lainnya terpaksa menarik dukungan politik kepada cabup/cawabup yang diusung Partai Demokrat itu, karena merasa sangat terganggu dengan kasus korupsi yang menimpa kader partai itu.

"Sebagai panutan masyarakat, kami tentu tidak ingin dicap sebagai ulama pendukung partai yang kadernya banyak tersandung kasus dugaan korupsi. Makanya, lebih baik kami menarik dukungan dan bergabung partai pengusung cabup/cawabup di Pamekasan yang tidak bermasalah," kata KH Mudarris menjelaskan.

Dalam keterangan persnya kepada wartawan di Pamekasan, KH Mudarris menjelaskan, kelima ulama yang telah mencabut dukungan terhadap calon bupati dan wakil bupati Pamekasan yang diusung Partai Demokrat itu masing-masing KH. Muzammil, Picorong, Kecamatan Pakong, KH. Wasik Hamzah, pengasuh pondok pesantren Taman Sari, Palengaan, KH. Misbahul Munir Asy'ari pengasuh pondok pesantren Kebun Baru, dan KH Imam Rofii, pengasuh pondok pesantren Sumber Anom, Pamekasan.

Selain pertimbangan nama baik tokoh ulama yang selama ini menjadi panutan masyarakat di Kabupaten Pamekasan, pertimbangan lain, karena mereka khawatir, prilaku beberapa oknum partai itu, menjadi virus bagi sebagian kader partai di tingkat lokal Pamekasan.

"Dan sebelum itu terjadi, makanya kami memilih untuk menarik dukungan, karena kami tidak ingin diklaim sebagai ulama pendukung partai politik yang kadernya bermasalah," katanya menambahkan.

Pilkada di Kabupaten Pamekasan akan digelar pada tanggal 9 Januari 2013. Pada pilkada Pamekasan ini, Partai Demokrat mengusung Achmad Syafii dan Kholil Asy'ari (Asri) sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Pamekasan periode 2013-2018.

Sebelumnya sebanyak 20 ulama secara bersama-sama juga mendeklarasikan mencabut dukungannya terhadap pasangan cabup/cawabup Asri dengan alasan yang sama.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
3.725 reads
Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda