Sabtu, 15 Desember 2012, 20:18 WIB

Trans-Sulawesi Majene Pulih Setelah Longsor

Red: Mansyur Faqih
beritabatavia.com
Longsoran bukit (ilustrasi)
Longsoran bukit (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MAJENE -- Lalu lintas di jalur trans-Sulawesi kembali normal setelah sempat terhambat akibat tanah longsor di Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Longsor yang terjadi Jumat (14/12) pukul 04.00 WITA itu sempat melumpuhkan lalu lintas jalur trans-Sulawesi selama sekitar 10 jam.

“Kondisi ini telah bisa diatasi setelah dua unit alat berat dikerahkan untuk menyingkirkan material longsor yang menutupi jalur trans-Sulawesi,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sulbar Idham Hasib, di Mamuju, Sabtu (15/12).

Menurutnya, longsor yang terjadi di Desa Onang ini terjadi setelah hujan mengguyur daerah itu selama sehari semalam.

Ia menjelaskan, memang berapa titik sepanjang jalur trans-Sulawesi rawan longsor. Makanya, pengendara jalan harus meningkatkan kewaspadaannya apabila melintas daerah ini dalam kondisi cuaca yang buruk.

Idham menilai, sebelumnya penanganan longsor ini cukup lambat karena pihak balai hanya mengerahkan satu unit alat berat.

“Saya langsung perintahkan agar pihak Balai Pembangunan Jalan Besar Nasional untuk menambah alat berat agar penanganan dilakukan secepatnya,” ungkapnya. 

Tak hanya longsor, hujan yang melanda daerah Majene ini juga menyebabkan ratusan rumah di Desa Maliaya, Kecamatan Malunda, Majene, terendam banjir. 

Ketinggian air hingga lutut orang dewasa, sedangkan pemukiman tergenang air sejak hujan deras mengguyur daerah tersebut. Beruntung, air itu cepat surut setelah hujan redah.

Sumber : Antara
loading...