Rabu, 28 Zulhijjah 1435 / 22 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Spanduk Cagub Bertebaran di Arena MTQ

Kamis, 13 Desember 2012, 09:23 WIB
Komentar : 2
Imam Budi Utomo/Republika
Baliho saat pemilukada, ilustrasi
Baliho saat pemilukada, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKALIS -- Spanduk calon Gubernur Riau periode 2013-2018 bertebaran di sejumlah titik seputar arena Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau XXXI/2012 di Kabupaten Bengkalis.

Sejumlah spanduk ukuran besar dan kecil bertebaran di jalan utama Kota Bengkalis dan seputar arena MTQ.
Bahkan, spanduk tersebut dipasang berjejer sejak dari pintu masuk pelabuhan Sungai Pakning hingga dermaga Bengkalis serta areal parkir pelabuhan.

Para calon Gubernur Riau tersebut yakni Mambang Mit (Wakil Gubernur), Ahmad (Bupati Rokan Hulu), Anas Maamun (Bupati Rokan Hilir), Indra Adnan Muchlis (Bupati Indragiri Hilir), Herman Abdullah (mantan Wali Kota Pekanbaru).

Selain itu, juga berjejer spanduk calon gubernur seperti Wan Abu Bakar (mantan Wakil Gubernur), Jon Erizal (Bendahara DPP Partai Amanat Nasional), Isjoni (Ketua PGRI Riau), Lukman Edy (mantan menteri dan sekjen Partai Kebangkitan Bangsa), Aziz Zainal (Ketua Partai Persatuan Pembangunan Prov Riau), Idris Laena (anggota DPR RI dari Golkar), Syamsurizal (mantan Bupati Bengkalis).

Warga jalan Pahlawan Bengkalis, Ismail (45), mengatakan arena MTQ tingkat provinsi merupakan ajang politik untuk perolehan suara pada Pilkada nantinya.

"Seharusnya arena MTQ tidak dijadikan lokasi politik praktis Pilkada Provinsi Riau dengan memasang spanduk calon gubernur," katanya. "Sekitar arena MTQ masih sempat saja tim sukses calon gubernur memasang spanduk politik. Padahal, itu kegiatan keagamaan untuk syiar Islam."

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jika Diperlukan Dalam Kabinet Jokowi, Ini Sikap Muhammadiyah
JAKARTA --  Ketua Umum Muhammadiyah mengharapkan presiden Joko Widodo dan kabinetnya bisa menjalankan amanah dan tunaikan janji yang disampaikan pada kampanye lalu. Untuk siapa...