Friday, 24 Zulqaidah 1435 / 19 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Warga Diminta Aktifkan KTP Elektroniknya

Wednesday, 14 November 2012, 13:26 WIB
Komentar : 2
Antara/Agus Bebeng
Seorang warga tengah mengikuti proses pembuatan e-KTP (ilustrasi).
Seorang warga tengah mengikuti proses pembuatan e-KTP (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemkot Palu, Burhan Tompo, mengatakan hingga kini masih banyak warga yang belum mengaktifkan KTP elektronik.

"Itu terjadi karena mereka tidak mengetahuinya," katanya di Palu, Rabu.

Ia mengatakan baru sebagian kecil warga yang datang mengaktifkan KTP elektronik dengan melakukan sidik jari kembali di kantor kecamatan setempat. Padahal, katanya, warga harus melakukan sidik jari ulang agar E-KTPnya dapat berfungsi dan dipergunakan sesuai kebutuhan.

Sepanjang bersangkutan belum melakukan sidik jari, maka dipastikan keping chip yang ada di KTP elektronik tersebut belum aktif. Makanya, KTP harus diaktifkan dengan cara melakukan sidik jari ulang di kantor kecamatan masing-masing.

Burhan juga mengatakan pemerintah masih memperpanjang layanan KTP elektronik gratis hingga 28 November 2012.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. ((HR Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...