Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Korban Tewas Bentrok Balinuraga Jadi 9 Warga

Selasa, 30 Oktober 2012, 15:37 WIB
Komentar : 0
Kristian Ali/Antara
 Sejumlah petugas TNI mengevakuasi korban bentrok antar warga di lokasi kejadian Desa Sidoreno Kecamatan Waypanji, Lampung Selatan, Ahad (28/10).
Sejumlah petugas TNI mengevakuasi korban bentrok antar warga di lokasi kejadian Desa Sidoreno Kecamatan Waypanji, Lampung Selatan, Ahad (28/10).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Polda Lampung merilis jumlah korban meninggal dalam aksi bentrok antarkampung susulan di Desa Balinuraga, Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, tetap enam orang hingga Selasa (30/10). Kejadian sehari sebelumnya, Ahad (28/10), tiga warga tewas.

Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih, menyebutkan data sementara kasus Senin (29/10), jumlah korban meninggal enam orang. Selain itu, terdapat 16 rumah terbakar, dan ada tiga orang terluka pada bentrok susulan tersebut.

Nama-nama korban meninggal belum bisa dikonfirmasi. Namun, warga yang meninggal dalam bentrok itu, warga Desa Balinuraga, ada yang terkena senjata tajam dan ada yang menyebutkan terkena peluru senjata rakitan.

Beredar kabar, aksi bentrok susulan Senin, menimbulkan korban yang banyak hingga mencapai belasan termasuk anak-anak dan perempuan. Namun, informasi ini belum bisa dibuktikan di lapangan.

Kondisi di lokasi kejadian sudah dikawal ketat ribuan aparat kepolisian dan TNI yang datang dari Banten dan Mabes Polri. Aparat masih berjaga agar tidak terjadi penyerangan balik warga Desa Balinuraga.

Polisi juga terpaksa mengungsikan warga dua desa bertikai, yakni Desa Agom dan Desa Balinuraga. Warga Balinuraga diungsikan ke SPN Kemiling, Bandar Lampung, sedangkan warga Desa Agom ke Kalianda.

Reporter : Mursalin Yasland
Redaktur : Dewi Mardiani
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar