Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Diserang Lagi, Desa Balinuraga Mencekam

Senin, 29 Oktober 2012, 21:38 WIB
Komentar : 1
Antara Foto
Garis Polisi (ilustrasi)
Garis Polisi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Pascaserangan susulan warga Desa Agom dan desa sekitarnya bersuku Lampung, ke Desa Balinuraga bersuku Bali, Senin (29/10) malam, masih mencekam.

Aparat kepolisian dan TNI telah berhasil mengamankan situasi konflik, dan meredam emosi warga penyerang dan mengevakuasi warga Balinuraga ke tempat aman. Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih, saat dihubungi, Senin (29/10), menyatakan kondisi berangsur pulih setelah adanya serangan susulan dari warga sebelumnya ke Desa Balinuraga.

Ia belum berkomentar soal korban bentrok susulan untuk yang kedua kalinya ini. Dirinya bersama pejabat Polda Lampung masih berada di lokasi.

Menurut Agus, warga Sidomulyo, bentrok kedua warga bersuku Lampung dan Bali terjadi setelah ribuan warga berhasil menyusuri jalan-jalan lain untuk masuk ke Desa Balinuraga. Ratusan aparat yang memblokade akses jalan masuk dan keluar Desa Balinuraga tidak dilewati warga penyerang.

“Warga melewati jalan-jalan kecil dan sawah untuk menyerang warga Desa Balinuraga. Aparat yang sempat menghalau tidak kuasa membendung ribuan warga,” ujar Agus.

Agus memperkirakan banyak terjadi korban luka-luka, karena ribuan warga Desa Balinuraga  pun sudah bersiaga menunggu jika ada penyerangan susulan. “Kalau korban tewas belum bisa diketahui, karena kondisinya mencekam,” ujarnya.

Jumlah korban tewas pada serangan susulan ini masih simpang siur, aparat kepolisian yang dikonfirmasi juga belum memberikan keterangan yang resmi terhadap jumlah korbannya. Namun yang jelas, kata dia, yang terlihat belasa rumah warga terbakar saat penyerangan tersebut.Ribuan warga yang menyerang telah berhasil ditarik mundur oleh aparat dari TNI AL Brigif 9 Piabung.

Sedangkan warga Balinuraga juga yang rumahnya terbakar dievakuasi ke tempat yang aman mala mini. Hingga berita ini diturunkan, situasi dan kondisi di lokasi kejadian, sudah dikuasai aparat keamanan termasuk personil TNI.

Reporter : Mursalin Yasland
Redaktur : Hafidz Muftisany
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Dek Sastra Jumat, 2 November 2012, 15:42
Saudaraku...jangan biarkan setan mengganggu dirimu, damailah saudaraku...bangkitlah demi perdamaian, kita semua bersaudara...jgn karena agama dan suku kita berdeda, kita cerai berai...(apapun RAS mu kita harus rukun dan damai...)
  Dewa Rabu, 31 Oktober 2012, 09:55
semeton Bali, jangan biarkan hal seperti ini merajalela, jangan tinggal diam. lakukan sesuatu untuk semeton kita yang jauh dari pulau dewata. semeton tyang sani ring lampung, Hyang Widhi Wasa slalu melindungi kalian.
  muhammad Selasa, 30 Oktober 2012, 22:21
ya Alloh yang maha besar lindungilah saudara saudara kami lampung ini dari godaan sihir dan nafsu saiton.
  sari Selasa, 30 Oktober 2012, 14:55
Kita beda suku tapi sama orang indonesia! please pak polisi dan tni harap tegas biar tidak tambah korban! Karena ini sudah menyangkut ras
  ayu Selasa, 30 Oktober 2012, 14:38
Berita mengenai penyebab aksi penyerangan dan bentrok ini simpang siur,,tp apa pun itu alasan ñЎª tolong lahh lindungi kamiini Ɣªήğِ minoritas,mdh2n konflik ini cepat usai dan kondisi d balinuraga cepat membaik kembali,astungkara

  VIDEO TERBARU
Jumlah Pengunjung Meningkat, Ancol Terus Berbenah
JAKARTA -- Sebagian besar warga Jakarta kebanyakan habiskan libur panjang keluar kota. Meski begitu, wisata pantai Ibu Kota tak kehilangan pesonannya. Seperti pantai di...