Rabu, 16 Jumadil Akhir 1435 / 16 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pemotongan Hewan Kurban di Bawuran Masuk MURI

Jumat, 26 Oktober 2012, 21:20 WIB
Komentar : 0
Antara/M Luthfi Rahman
Hewan kurban (ilustrasi).
Hewan kurban (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Penyembelihan hewan kurban massal yang dilakukan di sepanjang jalan Desa Bawuran, Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil pecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia).

Piagam penghargaan dari MURI diserahkan usai penyembelihan hewan kurban sebanyak 100 kambing dan satu ekor sapi sekaligus kemudian dimasak tongseng bersama-sama warga setempat, Jumat (26/10) siang.

Menurut Ari Ari Siregar perwakilan dari MURI saat memberikan piagam penghargaan mengatakan, aksi penyembelihan hewan kurban di Desa Bawuran, Kabupaten Bantul masuk dalam MURI sebagai peserta dan penggunaan wajan terbanyak.

"Setelah kami hitung di lapangan ada sebanyak 351 wajan yang digunakan untuk memasak daging oleh sebanyak 2.500 peserta dari 12 rukun tetangga (RT) di Desa Bawuran," katanya.

Untuk itu, lanjut dia, prestasi tersebut akan dicatat dalam rekor MURI yang ke 5.657 dan piagam penghargaan diberikan kepada beberapa perwakilan peserta.

Sementara Koordinator acara Suripto, mengatakan aksi pemecahan rekor MURI ini melibatkan ribuan warga yang berasal dari dua pedukuhan yakni Bawuran 1 dan Bawuran 2 yang meliputi 12 RT.

"Ada sebanyak 100 ekor kambing dan sapi yang disembelih secara bersamaan dengan masing-masing jagal, kemudian dimasak tongseng semua, setelah itu dimakan warga bersama-sama," katanya.

Menurut dia, tujuan aksi pemecahan rekor ini selain untuk merayakan Idul Adha 1433 Hijriah juga ingin mempererat tali persaudaraan dan gotong royong antarwarga di dua pedukuhan tersebut.

Ia mengatakan, acara ini terselenggara berkat bantuan Dompet Dhuafa yang berhasil menghimpun dana dari pemirsa salah satu TV swasta yang peduli terhadap warga setempat yang pernah menjadi korban gempa 2006 lalu.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia...celaka dia. ((HR. Abu Dawud dan Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar