Ahad , 14 January 2018, 12:21 WIB

Harga Beras di Solo Rata-Rata Naik Rp 2.500

Red: Dwi Murdaningsih
Republika/ Wihdan
Harga Beras Naik. Pembeli memilih beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (11/1).
Harga Beras Naik. Pembeli memilih beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (11/1).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO --Harga beras di Solo naik sekitar Rp 2.000 hingga Rp 2.500. Hal itu ditemui  Ketua MPR Zulkifli Hasan saat melakukan safari kebangsaan di Solo.

Kota Solo dipilih oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, sebagai persinggahan terakhir Safari Kebangsaan di provinsi Jawa tengah.  Kesempatan mampir di Solo, ini digunakan Zul Hasan untuk memenuhi hobinya berolah raga, sekaligus mengunjungi Pasar Gede,  Ahad (14/1).

Di Pasar Gede ini Ketua MPR menemui Surati (58), perempuan pedagang beras yang sudah bertahun-tahaun menjalankan profesinya. Kepada Surati, Zulkifli menggali Informasi  mengai naiknya harga berbagai kebutuhan pokok, khususnya beras.

"Sekarang semua harga beras mengalami kenaikan. Beras ketan Rp. 18.000 perkilo,  mentik wangi Rp. 13 000 perkilo dan C4 Rp 12.500 perkilo, semua harga beras mengalami kenaikan antara Rp. 2000-2.500  perkilo," kata Surati.

4 Kejanggalan Rencana Impor Beras Pemerintah

Kenaikan harga beras yang terjadi sekarang, menurut surati terjadi secara tiba-tiba. Padahal stok beras cukup. Harga hanya akan turun, kata Surati, jika pemerintah melakukan operasi pasar. Akibat kenaikan harga, menurut Surati banyak pembelinya yang mengurangi belanja mereka. Sehingga berakibat pada penurunan omset penjualannya.

Mendengar uraian tersebut, Ketua MPR mengaku prihatin. Kenaikan harga beras, yang terjadi akhir-akhir, ini memaksa masyarakat menurunkan konsumsi pangannya.

"Semoga pemerintah mendengar keluhan masyarakat dan segera melakukan operasi pasar. Harga beras terus naik, tidak ada lagi beras yang berharga Rp 10 ribu perkilo. Jangan ditunda-tunda kalau tidak ingin masyarakat kelaparan", kata Zulkifli.

Video

Soal Qatar, HNW: Indonesia Harus Berperan Aktif