Rabu , 15 November 2017, 01:33 WIB

HNW: Tidak Benar Islam Anti-NKRI

Rep: Santi Sopia/ Red: Budi Raharjo
Republika/Santi Sopia
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid saat memaparkan Sosialisasi Empat Pilar di Yayasan Ibnu Abbas, Komplek Pondok Pesantren Tahfizul Qur'an (PPTQ), Klaten, Jawa Tengah, Selasa (14/11) petang.
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid saat memaparkan Sosialisasi Empat Pilar di Yayasan Ibnu Abbas, Komplek Pondok Pesantren Tahfizul Qur'an (PPTQ), Klaten, Jawa Tengah, Selasa (14/11) petang.

REPUBLIKA.CO.ID,KLATEN -- Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengingatkan negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang lahir dari perjuangan para pahlawan maupun peran para ulama. Hal ini disampaikan HNW saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar di di Yayasan Ibnu Abbas, Komplek Pondok Pesantren Tahfizul Qur'an (PPTQ), Klaten, Jawa Tengah, Selasa (14/11) petang.

Dalam pidatonya, HNW menyinggung peran beberapa tokoh, mulai dari Pendiri Dewan Dakwah Islam Indonesia Mohammad Natsir, Panglima TNI pertama, Jenderal Sudirman yang sekaligus tokoh Muhammadiyah. "Natsir dengan berani menyampaikan Mosi Integral di hadapan Sidang Paripurna DPR RIS 3 April 1950," ujarnya.

Mosi itu menghendaki Indonesia kembali ke bentuk NKRI. Mosi itu didukung oleh para politisi dan Mohammad Hatta. Akhirnya, pada 17 Agustus 1950, Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan NKRI, setelah Januari 1946 hingga April 1950 berbentuk RIS.

"Itulah jejak-jejak perjuangan umat Islam menjaga keutuhan NKRI. Karena itu tidak benar kalau Islam dan Indonesia didikotomikan. Tidak benar kalau dikatakan Islam anti-NKRI," kata dia.

Dia mengingatkan anak bangsa seharusnya tidak melupakan sejarah dan perjuangan para kiai, ulama yang berjuang menyatukan NKRI. Indonesia pada awalnya adalah negara yang terkotak-kotak dan terbagi menjadi negara serikat.

Berita Terkait

Video

Soal Qatar, HNW: Indonesia Harus Berperan Aktif