Sabtu , 11 November 2017, 12:13 WIB

Ekonomi Pancasila Harus Atasi Kesenjangan Kaya Miskin

Rep: Amri Amrullah/ Red: Dwi Murdaningsih
mpr
Zulkifli Hasan saat menyampaikan Pidato Kebangsaan di Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah, Jumat (10/11).
Zulkifli Hasan saat menyampaikan Pidato Kebangsaan di Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah, Jumat (10/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua MPR Zulkifli Hasan menegaskan Pancasila seharusnya jadi solusi mengatasi kesenjangan kaya miskin yang masih lebar. Persatuan Indonesia, kata dia, seharusnya bermakna Persatuan Ekonomi.

"Jangan sampai di negeri Pancasila ini yang kaya makin kaya, yang miskin tambah miskin. Ini timpang namanya," kata Zulkifli Hasan saat menyampaikan Pidato Kebangsaan di Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah, Jumat (10/11).

Hadir bersama Zulkifli Hasan, Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nasir dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Sila Persatuan Indonesia kata Zulkifli Hasan, bermakna tak ada lagi ketimpangan Jawa dan luar Jawa. Semua warga negara merasakan hadirnya negara. Kesejahteraan itu hak seluruh warga negara.

"Jangan sampai hanya dinikmati segelintir golongan saja," ucap Ketua MPR.

Sebab itu ia mengajak semua pihak untuk berhenti menggunakan Pancasila untuk mengkotak kotakan dan memisahkan sesama anak bangsa.Pancasila itu harusnya kita bersatu cari solusi atasi kesenjangan. "Bukan beda bedakan Pancasila - Anti Pancasila atau memberi label radikal hanya karena taat beragama," terangnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut indikator yang disampaikan Ketua MPR adalah cita citanya membangun Jakarta. "Kalau mau lihat Jakarta 5 Tahun lagi, indikatornya sama seperti yang disampaikan Pak Zul. Semoga maju bersama dan sejahtera semuanya," ujar Anies.

Berita Terkait

Video

Soal Qatar, HNW: Indonesia Harus Berperan Aktif