Selasa , 26 September 2017, 15:29 WIB

MPR Ajak Ulama Ikut Perangi Politik Uang

Rep: Amri Amrullah/ Red: Dwi Murdaningsih
ROL/MGROL
Zulkifli Hasan
Zulkifli Hasan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua MPR Zulkifli Hasan mengajak para ulama dan muballigh untuk memberantas korupsi dengan menolak politik uang dan memilih pemimpin terbaik dengan akal sehat. Hal ini ditegaskan Zulkifli Hasan dalam acara Orasi Kebangsaan di Pelantikan DPW Badan Koordinasi Muballigh dan Ulama Seluruh Indonesia (BAKOMUBIN), Selasa (26/9) di Gedung Nusantara V MPR RI.

"Pilihlah (kepala daerah atau anggota DPR) dengan akal sehat dan rasional, yang bisa melakukan perubahan, amanah, dan sungguh-sungguh membawa kemajuan," kata Ketua MPR.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Dewan Pengarah BAKOMUBIN KH Anwar Sanusi, Ketua Umum BAKOMUBIN Deddy Ismatullah serta ratusan Kyai dan Ulama dari seluruh Indonesia. Zulkifli menyatakan bahwa MPR siap bersinergi dengan Muballigh dan Ulama untuk mewujudkan Indonesia yang demokratis, bersih dari korupsi dan berkeadilan.

Ia sadar pentingnya peran muballigh dan ulama di masyarakat. Menurutnya, sebagai sosok yang tidak berhenti ceramah, muballigh dan ulama penditng untuk diberikan pemahaman mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. "Mubaligh dan ulama dekat dengan masyarakat, jika mereka sudah paham maka diharapkan mereka ikut menyebarkan nilai-nilai kebangsaan," ujar Zulkifli.

Pada kesempatan itu, Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa saat ini Pilkada menjadi salah satu problem bangsa Indonesia karena calon yang menggunakan uang, maka ketika terpilih kepala daerah akan mencari uang. Saat ini bahkan dalam dua pekan sekali terjadi operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.

"Kalau segala urusan menggunakan uang, milih DPR dan kepala daerah memakai uang, begini jadinya OTT dimana-mana," kata dia.

Berita Terkait

Video

Soal Qatar, HNW: Indonesia Harus Berperan Aktif