Kamis , 24 August 2017, 13:51 WIB

'Pemuda Harus Paham Relasi Keislaman dan Keindonesiaan'

Red: Qommarria Rostanti
Republika/Yogi Ardhi
Hidayat Nur Wahid
Hidayat Nur Wahid

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, mengajak  generasi muda di kampus dan kalangan cendekiawan untuk betul-betul menggali dan memahami bagaimana relasi antara keislaman keindonesiaan, dan tantangan masa kini. Generasi muda juga diajak menjaga kemerdekaan dengan cara yang baik dan benar.

"Sebagaimana dulu semangat yang menggelora diwariskan para tokoh Islam," kata Hidayat dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (24/8).

Hari ini, Hidayat melakukan sosialisasi Empat MPR di Aula KH Abdullah Siddiq, Kampus Ibn Khaldun, Bogor, Jawa Barat. Hadir dalam acara ini anggota MPR Mardani dan Soenman Jaya, Wakil Rektor Universitas Ibn Khaldun, Ruhenda, serta ratusan mahasiswa sebagai peserta.

Di depan peserta, Hidayat mengingatkan kepada pemuda dan kaum terpelajar bahwa keindonesiaan harus dipahami sebagai warisan sejarah perjuangan para ulama, para laskar Hisbullah, Sabilillah, termasuk politisi Islam. "Untuk kemudian kita jaga supaya tidak keluar dari jalur fitrahnya, menjadi terjajah lagi," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Hidayat mengajak para mahasiswa untuk memahami sejarah tentang relasi umat Islam dan Indonesia. Dengan begitu, kata dia, tidak ada lagi yang merasa dirinya paling Pancasilais dan yang lain dituduh anti-Pancasila hanya karena perbedaan pilihan politik.


Video

Soal Qatar, HNW: Indonesia Harus Berperan Aktif