Jumat, 10 Ramadhan 1439 / 25 Mei 2018

Jumat, 10 Ramadhan 1439 / 25 Mei 2018

Mahyudin Ajak Masyarakat Berau Kembangkan Wisata

Ahad 01 Januari 2017 20:45 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Winda Destiana Putri

Mahyudin

Mahyudin

Foto: Politisi Partai Golkar

REPUBLIKA.CO.ID, BERAU -- Rencana pembangunan pabrik semen di daerah Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menuai kontroversi dan pro kontra. Wakil Ketua MPR Mahyudin berpendapat, lebih baik mengembangkan potensi wisata di Biduk-Biduk daripada mengeksploitasi sumber daya alam.

''Kalau saya pribadi, cara berpikir saya, daerah seperti ini yang potensi wisatanya bagus, lebih baik kita mengembangkan wisata, karena wisata tidak menghabiskan sumber daya alam,'' kata Mahyudi, kepada wartawan, di Kecamatan Biduk-Biduk belum lama ini.

Menurut Mahyudin, sumber daya alam biar disisihkan untuk anak cucu di masa datang. Tidak perlu berlebihan mengekploitasi SDA untuk saat ini. Selain itu, tidak perlu juga mengambil manfaat ekonomi dari ekploitasi sumber daya alam. ''Menurut saya, lebih baik membangun ekonomi dari sumber daya alam yang dapat diperbarui dan sumber daya lainnya seperti wisata yang tidak mengeksploitasi sumber daya alam,'' tambahnya.

Namun, Mahyudin tidak bisa melarang pendirian pabrik semen di daerah ini, selama aturan memungkinkan pendirian pabrik semen. Sesuai dengan aturan perlu dilakukan analisa dampak lingkungan (Amdal) yang dilakukan dan diawasi dengan baik. Sebab, investasi juga harus membawa kesejahteraan kepada rakyat sekitar.

Wisata di Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau ini sangat menarik. Ada Labuhan Cermin yang mulai terkenal nasional maupun internasional, serta air dua rasa yang tawar dan asin. Untuk mencapai Kecamatan Biduk-Biduk harus menempuh delapan jam perjalanan dari Tanjung Redeb, ibukota Kabupaten Berau.

Karena itu, ia mengimbau agar disiapkan infrastruktur jalan dan fasilitas lainnya yang penting seperti hotel dan restoran.  ''Tapi yang paling penting adalah menyiapkan pendidikan. Artinya untuk siap menjadi tuan rumah daerah wisata seperti menjaga kebersihan, sifat yang terbuka untuk menerima dengan keramahannya terhadap wisatawan yang datang,'' ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler