Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kemenangan Jokowi, Kemenangan Rakyat

Sabtu, 22 September 2012, 12:44 WIB
Komentar : 14
ANTARA BALI
Boneka Jokowi-Ahok

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Munculnya pasangan Joko Widodo dan Basuki Thahaja Purnama sebagai pemenang dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta dipandang sebagai fenomena. Pasalnya, pasangan tersebut hanya didukung dua partai politik.

Bandingkan dengan rivalnya, pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli yang didukung partai-partai besar. Perbedaan dukungan tersebut tidak menghentikan pasangan yang akrab disapa Jokowi dan Ahok itu dari memperoleh kemenangan, setidaknya berdasarkan berbagai hasil hitung cepat.

Sejarawan JJ Rizal menilai kemenangan mereka merupakan kemenangan atas kedaulatan rakyat. Ia kemudian menjelaskan kelahiran kedaulatan rakyat bermula di Jakarta.

"Kehadiran Jokowi dan Basuki mengingatkan Jakarta pada awal abad ke 20 dimana terdapat orang-orang yang merintis ide zaman baru," ujarnya dalam diskusi bertema 'Belajar dari Pemilukada DKI Jakarta' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9).

Hal yang perlu digarisbawahi dari kemenangan Jokowi Ahok, lanjutnya, sebenarnya bukan merupakan fenomena luar biasa. Itu terwujud karena hasrat rakyat untuk memiliki pemimpin yang memahami keinginan mereka telah menemui mediumnya. Rizal mengatakan jarang ada sosok pemimpin yang mewakili kepentingan publik.

Sebagai contoh, hal itu terlihat dari simbolisasi kuat yang pasangan itu lakukan saat berkampanye. Pasangan itu kerap naik angkutan umum, seperti Kopaja saat mengunjungi kampung-kampung. Poin yang perlu diingat, harus ada langkah konkrit yang dibuat.

Dalam hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei, pasangan Jokowi-Ahok dinyatakan menang tipis dari pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli. Hitung cepat versi Lingkaran Survei Indonesia menunjukkan pasangan Jokowi-Ahok memimpin dengan 53,75 persen, sedang Foke-Nara hanya didukung 46,25 persen. Sementara, Indobarometer menghitung suara calon yang disokong PDI-Perjuangan ini menguasai dengan 54,3 persen suara.

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
10.095 reads
Beramallah kamu sekalian, karena beramal akan merubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukanNya padamu(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  nealy Kamis, 29 November 2012, 23:12
yach semoga nanti saat pemilihan president rakyat indonesia benar" memilih org" yg mampu merubah indonesia dr segala sesuatu yg sll membuat rakyat sengsara.mg d th 14 rakyat memilih president yg mampu memberikan perubahan
  Marten Amamehi Senin, 24 September 2012, 09:44
Saya asli papua, tapi saya banyak membaca artikel tentang Beliau (Jokowi), bila saya bandingkan dengan hasil kerjanya Foke, saya cenderung memilih Jokowi untuk Pemimpin yang terbaik, media hanya penyampai berita, kalau nyata buruk, maka media akan berkata buruk, pun sebaliknya.
  Eshape Minggu, 23 September 2012, 15:12
P dadang apakah tidak pernah membaca berita ya? apakah tidak membaca segudang prestasi Jokowi sebagai walikota terbaik yg mendapat penghargaan internasional, kota solo sebagai kota dengan segudang prestasi di masa kepemimpinan dia. Yg sampeyan baca itu apa cak?
  Dadang Minggu, 23 September 2012, 12:04
woy jangan bawa nama-nama rakyat belum tentu semua rakyat dukung dia apa sih istimewanya dia.
  djoko sutarso Minggu, 23 September 2012, 09:10
Benarkah kemenangan rakyat ? Bukanya kemenangan media ?
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...