Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kekalahan Foke Bukti Figur Lebih 'Bernilai' Ketimbang Parpol

Jumat, 21 September 2012, 22:28 WIB
Komentar : 2
Musiron
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo sedang memberikan penjelasan saat diskusi dengan Redaksi Harian Republika di Jakarta, Jumat (3/8). Dalam penjelasannya Foke mengungkapkan sejumlah persoalan di DKI antara lain mengenai kemiskinan dan E-KTP.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Banyaknya partai politik (parpol) yang mendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) ternyata tidak dapat berbicara banyak pada Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua, Kamis (20/9). Justru sebaliknya, pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahja Purnama (Jokowi-Ahok) malah memenangi pertarungan, walaupun masih bersifat sementara.

Kemenangan Jokowi-Ahok itulah yang memerikan bukti, jika faktor figur lebih 'bernilai' ketimbang banyaknya parpol. "Kemenangan Jokowi adalah karena kemampuannya dalam memainkan opini publik. Ini membuktikan kekuatan figur lebih berperan di banding dengan kerja-kerja partai, karena memang pilgub itu pemilihan figur, bukan partai," kata pengamat Komunikasi Politik Universitas Hasanuddin Dr Hasrullah.

Pendapat itu disampaikan dia dalam dialog politik bertajuk 'Fenomena Incumbent Tumbang' yang digelar Forum Simpul Madani di Makassar, Jumat (21/9). Jokowi, dinilai dia, merupakan sosok yang egaliter dengan kesederhanaannya, seperti makan di warung Tegal (Warteg), naik angkutan umum bersama warga, bahkan berboncengan naik ojek.

"Bandingkan dengan incumben yang lebih sering tampil formalistik, protokoler serta simbol-simbol kekuasaan lainnya," kata Hasrullah.

Tidak hanya sampai disitu, kemenangan Jokowi atas Fauzi Bowo yang saat ini masih menjabat Gubernur DKI Jakarta sekali lagi menegaskan bahwa kekalahan incumbent bukanlah mitos. "Lima tahun lalu Pak Amin Syam (Gubernur Sulsel 2003-2008) selaku incumben juga kalah," tutur Hasrullah.

Redaktur : Djibril Muhammad
3.051 reads
Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW Islam manakah yang paling baik? Rasulullah bersabda: Memberikan makanan, mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...