Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Fadli Zon: Kemenangan Jokowi Tradisi Baru Demokrasi

Jumat, 21 September 2012, 21:06 WIB
Komentar : 6
m.komhukum.com
Fadli Zon

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Partai Gerindra, Fadli Zon menilai, kekuatan figur pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi faktor penting dari kemenangannya di Pemilukada DKI Jakarta. Pasalnya, rakyat Jakarta lebih memilih karakter yang jujur, bersih, sederhana dan melayani.

"Ini bukti bahwa mesin partai tak efektif ketika figur yang diusung bertentangan dengan keinginan dan harapan rakyat," katanya, Jumat (21/9).

Menurutnya, oligarki partai akan menemukan ajalnya jika melawan dorongan dukungan rakyat. Makanya, angin perubahan tak dapat dibendung. Harapan-harapan untuk perbaikan hidup lebih kuat dari kehendak politik pada umumnya. "Kemenangan pasangan Jokowi-Basuki adalah kemenangan hati nurani dan pikiran warga Jakarta," papar dia.

Tak hanya itu, lanjutnya, kemenangan Jokowi-Basuki juga menjadi sebuah tradisi baru dalam perjalanan demokrasi nasional. Pasalnya, itu juga menjadi kemenangan relawan yang membantu Jokowi-Ahok.

Partai Gerindra, ujar dia, sebagai salah satu pengusung Jokowi-Basuki percaya sepenuhnya kalau pasangan ini akan mampu merealisasikan janji-janji untuk Jakarta Baru yang lebih baik. Ini karena mereka milik warga Jakarta.

"Banyak pelajaran yang perlu kita serap dari proses pilkada DKI Jakarta ini. Mudah-mudahan figur seperti Jokowi Basuki bisa mendominasi proses demokrasi pilkada di seluruh Indonesia," pungkas dia.

Reporter : Mansyur Faqih
Redaktur : Djibril Muhammad
2.491 reads
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Camex Sabtu, 22 September 2012, 12:49
emang Solo udah baik y???
  kahar Sabtu, 22 September 2012, 08:07
bicaranya selangit, kerjanya sich kayak sampah...
  m.ruslaini Sabtu, 22 September 2012, 06:58
inilah pilihan rakyat,yang dipilih bukan propokator,bukan penghujat,bukan penghina,bukan............tapi kesederhanaan,kejujuran,kesantunan,pemaaf,merakyat dan.......
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...