Rabu, 28 Zulhijjah 1435 / 22 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Jokowi-Ahok Kampanyekan Ibu Menyusui

Sabtu, 15 September 2012, 12:43 WIB
Komentar : -1
Republika/Musiron
Ibu menyusui (ilustrasi)
Ibu menyusui (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Salah satu kampanye Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jokowi-Ahok adalah penyuluhan pada masyarakat mengenai pentingnya Air Susu Ibu (ASI) ekslusif pada anaknya. Selama ini masyarakat terlalu percaya dengan kualitas susu formula, sehingga penggunaan susu ibu dianggap kurang.
 
Ketua Pelaksana Penyuluhan Masayarakat dalam acara Bincang ASI, Yuda Lukmana, Sabtu (15/9) mengatakan, asumsi masyarakat yang salah mengenai susu ibu harus diubah. Sekarang ini, kebanyakan ibu yang baru melahirkan langsung memberikan susu formula pada bayinya dengan alasan air susunya belum keluar.

"Padahal bayi yang baru lahir sanggup berpuasa selama 3 hari, sambil menunggu air susu ibunya siap," kata Yuda pada Republika, Sabtu. Yuda berharap dengan adanya program ini, maka masyarakat tidak lagi meremehkan ASI. Juga, paradigma yang menyatakan, susu ibu hanya untuk warga kurang mampu, bisa hilang.

Kemudian, nantinya masyarakat juga bisa sadar akan pentingnya kebutuhan bayi terhadap ASI. Selain itu, Yuda menuturkan, tujuan kegiatan ini, agar pemerintah nantinya peduli dengan para ibu yang ingin memberikan ASI ekslusif di tempat-tempat umum.

Acara Bincang ASI ini berlokasi di Posko Jokowi-Ahok, Jalan Borobudur No. 22, Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan kampanye oleh Basuki (Ahok) tersebut dihadiri beberapa nara sumber seperti, Mia Sutanto, Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui, Anggie Mursyidan, Ikatan Konselor Menyusui Indonesia, Dr. Jeanne Ross, Perkumpulan Perinatologi Indonesia

Reporter : Andi Ikhbal
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar((HR. Ahmad dan Abu Dawud))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jika Diperlukan Dalam Kabinet Jokowi, Ini Sikap Muhammadiyah
JAKARTA --  Ketua Umum Muhammadiyah mengharapkan presiden Joko Widodo dan kabinetnya bisa menjalankan amanah dan tunaikan janji yang disampaikan pada kampanye lalu. Untuk siapa...