Saturday, 1 Muharram 1436 / 25 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Jokowi-Ahok Kampanyekan Ibu Menyusui

Saturday, 15 September 2012, 12:43 WIB
Komentar : -1
Republika/Musiron
Ibu menyusui (ilustrasi)
Ibu menyusui (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Salah satu kampanye Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jokowi-Ahok adalah penyuluhan pada masyarakat mengenai pentingnya Air Susu Ibu (ASI) ekslusif pada anaknya. Selama ini masyarakat terlalu percaya dengan kualitas susu formula, sehingga penggunaan susu ibu dianggap kurang.
 
Ketua Pelaksana Penyuluhan Masayarakat dalam acara Bincang ASI, Yuda Lukmana, Sabtu (15/9) mengatakan, asumsi masyarakat yang salah mengenai susu ibu harus diubah. Sekarang ini, kebanyakan ibu yang baru melahirkan langsung memberikan susu formula pada bayinya dengan alasan air susunya belum keluar.

"Padahal bayi yang baru lahir sanggup berpuasa selama 3 hari, sambil menunggu air susu ibunya siap," kata Yuda pada Republika, Sabtu. Yuda berharap dengan adanya program ini, maka masyarakat tidak lagi meremehkan ASI. Juga, paradigma yang menyatakan, susu ibu hanya untuk warga kurang mampu, bisa hilang.

Kemudian, nantinya masyarakat juga bisa sadar akan pentingnya kebutuhan bayi terhadap ASI. Selain itu, Yuda menuturkan, tujuan kegiatan ini, agar pemerintah nantinya peduli dengan para ibu yang ingin memberikan ASI ekslusif di tempat-tempat umum.

Acara Bincang ASI ini berlokasi di Posko Jokowi-Ahok, Jalan Borobudur No. 22, Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan kampanye oleh Basuki (Ahok) tersebut dihadiri beberapa nara sumber seperti, Mia Sutanto, Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui, Anggie Mursyidan, Ikatan Konselor Menyusui Indonesia, Dr. Jeanne Ross, Perkumpulan Perinatologi Indonesia

Reporter : Andi Ikhbal
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Hampir Sama dengan Sistem Pesawat, Pengemudi Truk Ini Bisa 'Selonjoran'
WASHINGTON DC -- Truk biasanya digunakan untuk mengantar barang jarak jauh. Kelelahan selalu menjadi kendala dari pengemudi truk. Akan hal itu Mercedes-Benz menciptakan...