Senin, 30 Safar 1436 / 22 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Panwaslu Masih Selidiki Video Sindiran Foke

Jumat, 10 Agustus 2012, 23:57 WIB
Komentar : 0
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta mengatakan akan menyelidiki lebih lanjut video sindiran Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo kepada Joko Widodo.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah guna menanggapi aksi protes yang dilakukan oleh sejumlah relawan yang tergabung dalam Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) di Kantor Panwaslu DKI Jakarta, Jumat.

"Terkait dengan video sindiran itu, Panwaslu masih akan menyelidiki lebih lanjut, kemudian baru setelah itu mengambil tindakan," kata Ramdansyah.

Menurut dia, aksi protes yang dilakukan oleh Pospera hanya bertujuan untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait dengan video tersebut sekaligus mendesak Panwaslu untuk segera menyelesaikan masalah itu.

Ramdansyah menuturkan bahwa Panwaslu masih menindaklanjuti video tersebut sampai saat ini karena belum menerima adanya laporan resmi. "Oleh karena itu, kami akan menerima setiap laporan resmi dan menindaklanjutinya dengan melengkapi berbagai bukti," katanya.

Dijelaskan Ramdansyah, laporan itu baru dinyatakan resmi jika dilaporkan secara langsung ke Panwaslu oleh warga. Sementara itu, Ramdansyah menilai aksi yang digelar oleh Pospera tidak termasuk sebagai laporan.

"Karena dalam aksi protes tersEbut tidak ada korban sebagai barang bukti. Di samping itu, pelapor juga bukan merupakan saksi mata langsung pada saat kejadian," ujar Ramdansyah.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, beredar video sindiran Fauzi Bowo kepada Joko Widodo ketika mengunjungi korban kebakaran di Karet Tengsin, Jakarta Pusat. Video tersebut beredar di dalam jejaring sosial YouTube dan mengundang beragam opini masyarakat.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kiprah Gamelan Sari Raras di California
CALIFORNIA -- Gamelan Sari Raras yang merupakan bagian dari Departemen Musik, University of California Berkeley (UC Berkeley). Dibentuk sejak tahun 1988 oleh Midiyanto,...