Jumat, 18 Jumadil Akhir 1435 / 18 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tak Didukung PKS, Tim Jokowi-Ahok Tetap Optimistis

Selasa, 07 Agustus 2012, 22:49 WIB
Komentar : 28
Hidayat Nur Wahid mengikuti kuis versus yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi swasta di studionya kawasan Tebet, Jakarta, Rabu (27/6).
Hidayat Nur Wahid mengikuti kuis versus yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi swasta di studionya kawasan Tebet, Jakarta, Rabu (27/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota tim advokasi Jokowi-Ahok, Denny Iskandar, mengatakan hampir bisa dipastikan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak akan memberikan dukungan pada pasangan calon gubernur DKI tersebut.

"Semalam kami sudah dapat infonya. Sudah A1, dipastikan PKS mendukung Foke-Nara," ujar Denny, di kantor KPU DKI, Jakarta, Selasa (7/8).

Namun, dikatakannya, tim Jokowi-Ahok tetap optimistis akan berjaya di Pemilukada DKI putaran kedua. Ia menilai koalisi dukungan oleh partai politik (parpol) tidak memastikan dukungan para pemilih.

"Jokowi sudah menunjukkan kesantunannya mendatangi PKS. Kalau memang dukungan PKS bukan untuk Jokowi, tidak masalah. Organisasi kan butuh biaya, mungkin Jokowi tidak bisa penuhi itu," jelasnya.

Meskipun level atas PKS akan memutuskan dukungan untuk Foke-Nara, Denny yakin, kader dan pemilih dari PKS yang menginginkan perubahan pasti mengetahui akan memilih siapa. Ia mengungkapkan, koalisi partai lebih mengarah pada pembagian kekuasaan di level atas.

"Jokowi lebih fokus pada pemilih. Karena mereka yang nanti akan mencoblos pada Pemilukada, "ujarnya.

Sementara itu, politisi PKS, Triwisaksana, tidak membantah ataupun mengiyakan perihal dukungan PKS. "Kemungkinan begitu (mendukung Foke-Nara), tapi belum ditetapkan. Jelasnya besok," ujar dia.

Sekretaris tim advokasi Foke-Nara, Dasril Affandi, menyatakan, kejelasan dukungan dari PKS untuk Foke-Nara, akan ditentukan besok. "Insyaallah, semoga. Lihat besok," kata dia.

Reporter : Ira Sasmita
Redaktur : Hazliansyah
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  rixie Minggu, 12 Agustus 2012, 15:19
dipimpin seorang yang seiman yang zolim lebih baik dari dipimpin oleh orang yang beda keimanannya....WAHAI WARGA DKI liatlah saudaramu di myanmaar...kaum muslim rohignya...siapa yang memimpin.............apakah jakarta ingin senasip?....
  Nur Ainu Salim Minggu, 12 Agustus 2012, 09:32
Buat Pak Jokowi,Anda tdk usah berkecil hati. Berapapun banyak orang dan partai yg terus "menghujat dan mengkerdilkanmu",yakinlah bhw itu tidak akan mengurangi sedikitpun kadar kecerdasan warga Jakarta utk tetap memilihmu. (Alumni SMA kidul Sarkem Solo)
  manthe Minggu, 12 Agustus 2012, 08:50
MUSLIM pemimpinnya MUSLIM.
itu syarat pertama
  subairi Minggu, 12 Agustus 2012, 06:31
joko jangan berharap pada PKS karean sudah tidak emitasi tdk seperti dulu amanah
  Yoga Minggu, 12 Agustus 2012, 05:46
Sayang sekali PKS dukung foke, saya simpatisan PKS dr 1999 tp pilkada kali ini hati nurani saya cenderung ke jokowi..

  VIDEO TERBARU
Mahathir Kunjungi Mega, Mahathir: Mega Sahabat Lama Saya
JAKARTA -- Mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengunjungi kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar Nomor 27A, Menteng, Jakarta Pusat (14/4). Berikut video...