Selasa, 2 Syawwal 1435 / 29 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tak Didukung PKS, Tim Jokowi-Ahok Tetap Optimistis

Selasa, 07 Agustus 2012, 22:49 WIB
Komentar : 28
Hidayat Nur Wahid mengikuti kuis versus yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi swasta di studionya kawasan Tebet, Jakarta, Rabu (27/6).
Hidayat Nur Wahid mengikuti kuis versus yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi swasta di studionya kawasan Tebet, Jakarta, Rabu (27/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota tim advokasi Jokowi-Ahok, Denny Iskandar, mengatakan hampir bisa dipastikan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak akan memberikan dukungan pada pasangan calon gubernur DKI tersebut.

"Semalam kami sudah dapat infonya. Sudah A1, dipastikan PKS mendukung Foke-Nara," ujar Denny, di kantor KPU DKI, Jakarta, Selasa (7/8).

Namun, dikatakannya, tim Jokowi-Ahok tetap optimistis akan berjaya di Pemilukada DKI putaran kedua. Ia menilai koalisi dukungan oleh partai politik (parpol) tidak memastikan dukungan para pemilih.

"Jokowi sudah menunjukkan kesantunannya mendatangi PKS. Kalau memang dukungan PKS bukan untuk Jokowi, tidak masalah. Organisasi kan butuh biaya, mungkin Jokowi tidak bisa penuhi itu," jelasnya.

Meskipun level atas PKS akan memutuskan dukungan untuk Foke-Nara, Denny yakin, kader dan pemilih dari PKS yang menginginkan perubahan pasti mengetahui akan memilih siapa. Ia mengungkapkan, koalisi partai lebih mengarah pada pembagian kekuasaan di level atas.

"Jokowi lebih fokus pada pemilih. Karena mereka yang nanti akan mencoblos pada Pemilukada, "ujarnya.

Sementara itu, politisi PKS, Triwisaksana, tidak membantah ataupun mengiyakan perihal dukungan PKS. "Kemungkinan begitu (mendukung Foke-Nara), tapi belum ditetapkan. Jelasnya besok," ujar dia.

Sekretaris tim advokasi Foke-Nara, Dasril Affandi, menyatakan, kejelasan dukungan dari PKS untuk Foke-Nara, akan ditentukan besok. "Insyaallah, semoga. Lihat besok," kata dia.

Reporter : Ira Sasmita
Redaktur : Hazliansyah
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jadi Khatib Shalat Ied, Teuku Wisnu: Awalnya Saya Mau Mundur
 JAKARTA -- Teuku Wisnu bertindak menjadi Khatib pada Salat Ied di Masjid Lautze, Senin (28/7). Ini merupakan kali pertama Ia melakukannya. Wisnu sendiri sempat...