Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

MUI: Yang Dilakukan Rhoma Irama Bukan SARA

Selasa, 07 Agustus 2012, 20:40 WIB
Komentar : 25
Republika/Prayogi
 Musisi Rhoma Irama (kiri) didampingi Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah (kanan), ketika memberi keterangan kepada pers usai pemanggilannya oleh Panwaslu DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (6/8).
Musisi Rhoma Irama (kiri) didampingi Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah (kanan), ketika memberi keterangan kepada pers usai pemanggilannya oleh Panwaslu DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (6/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Amidhan menilai, apa yang dilakukan Raja Dangdut Rhoma Irama dalam ceramah agamanya beberapa waktu lalu, bukan sesuatu yang sifatnya SARA.

"Lihat dulu konteksnya. Rhoma Irama itu bicara di masjid, waktunya Ramadhan dan jamaahnya umat Islam. Jadi sah-sah saja,"  kata Amidhan di Jakarta, Selasa (7/8).

Kendati begitu, Amidhan menyerukan agar pihak-pihak yang berkompetisi pada Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua, untuk bersaing secara sehat dan tidak berkampanye dengan membawa unsur SARA. "Indonesia itu negara demokrasi, bukan negara Islam," tegas dia.

Menjelang Pemilukada DKI putaran kedua yang diselenggarakan 20 September tersebut, politisasi agama semakin sering digunakan. Pada Senin (6/8) penyanyi dangdut, Rhoma Irama, dipanggil Panwaslu terkait ceramah agama yang dinilai bermuatan SARA di Mesjid Al Isra Tanjung Duren, Jakarta Barat, Sabtu (28/7) kemarin.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Antara
Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Tatang Suhendar Kamis, 23 Agustus 2012, 11:02
memang beneer
  risanasukarma Jumat, 17 Agustus 2012, 09:56
guru kencing berdiri murid kencing berlari. Itulah hubungan MUI dgn Rhoma Irama. Kalau guru tdk tau yg benar maka murid tau yg salah. Apakah masih pantas jadi guru?
  aan Rabu, 15 Agustus 2012, 08:54
Oo, fitnah dibolehkan ama MUI ???
  nana Selasa, 14 Agustus 2012, 23:22
Polisi aja takut apalagi Panwaslu! wkwkwkk.. muak daku dengan semua sandiwara di negeri ini.
  rhomi Selasa, 14 Agustus 2012, 21:04
Si Rhoma bilang dapet info ibu Jokowi Kristen dari internet yang katanya internet adalah sumber yang valid. Minta maaf sama Jokowi jg nggak tulus. Raja kedutan itu minta maaf tapi sambil menuduh gara-garanya info internet hahahaaa...kayak anak kecil aja =))

  VIDEO TERBARU
Konsep SPBU ini Jadi Tren di AS
WASHINGTON -- Bayangkan, mengisi bensin sekaligus menikmati hidangan lezat yang dimasak langsung? Konsep yang sedang tren di Amerika ini memungkinkan warga memaksimalkan waktu...