Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Isu SARA Terkait Pilkada Tembus Media Digital

Jumat, 03 Agustus 2012, 18:19 WIB
Komentar : 1
Twitter
Twitter

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Penyebaran berbagai isu  penghinaan terhadap Suku, Agama dan Ras (SARA) mulai meluas. Tidak hanya melalui spanduk atau selebaran saja, namun telah menembus media digital. Usman Hamid, Aktivis HAM, memaparkan penyebaran isu adu domba di ruang-ruang publik offline  ternyata juga mulai meluas di media sosial digital, seperti Twitter dan Facebook.

"Parahnya lagi, beberapa akun twitter baru bahkan bermunculan dengan pesan-pesan primordial yang agresif dan kasar untuk menyudutkan pasangan calon gubernur tertentu," katanya, dalam konferensi pers, di Menteng, Jumat (3/8).

Hal sama pun dituturkan oleh AE Priyono, Public Virtue Institute. "Isu SARA ini bisa saja dari golongan minoritas. Jadi, kemungkinan bukan berasal dari tim sukses kedua kubu. Namun, dari lingkup yang kecil bisa saja melebar jika tetap dibiarkan," katanya.

Priyono menjelaskan, perkembangan ini menandai titik terendah dekadensi politik demokrasi Indonesia. Idealnya, kata dia, demi pendewasaan politik dan kematangan demokrasi, kampanye kandidat didasarkan pada visi dan program. Soalnya, lanjut dia, masyarakat pemilih semakin cerdas menimbang dan menentukan pilihan politiknya secara kritis dan rasional.

Dia menambahkan, Kepolisian harus bertindak tegas terhadap kelompok-kelompok yang ingin menebarkan kebencian ini. "Penghinaan seperti ini harus dikenai hukuman pidana agar mereka jera," katanya.

Redaktur : Dewi Mardiani
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar