Senin, 21 Jumadil Akhir 1435 / 21 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tuduh Jokowi Main Politik Uang, Aktivis: Justru Foke-Nara yang Dominan

Senin, 16 Juli 2012, 19:01 WIB
Komentar : 1
Jokowi vs Foke
Jokowi vs Foke

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tuduhan permainan politik uang yang dilakukan tim Foke-Nara kepada Jokowi-Basuki dianggap beberapa kalangan tidak sedominan yang dilakukan Foke-Nara kepada warga. Hal itu disampaikan Aktivis Gerakan Indonesia Baru, Adhie Massardi.

Menurut Adhie, tudingan tim sukses Foke-Nachrowi soal politik uang yang dilakukan pasangan Jokowi-Basuki sangat tidak masuk akal. Tudingan tersebut seharusnya dialamatkan pada incumbent, yang nyata-nyata melakukan berbagai praktik tidak benar.

Seperti, jelas dia, bermain uang dalam bentuk pembelian lembaga survei, dan pengewahan birokrasi seperti yang ditemukan oleh Panwaslu DKI di Kelurahan Menteng dan Kepulauan Seribu.

"Permainan uang, DPT, birokrasi dan opini lembaga survey justru dominan di kandidat incumbent," ujar Koordinator GIB yang juga pernah menjabat juru bicara Gusdur ini di Jakarta, Senin (16/7).

Adie melihat tuduhan politik uang yang dialamatkan tim Foke-Nara ke Jokowi-Basuki dapat menjadi bumerang bagi Foke-Nara sendiri. Karena berbagai temuan di lapangan menunjukkan sebaliknya, sedangkan Jokowi-Basuki tidak memiliki instrumen kuat untuk melakukan politik uang seperti yang dituduhkan. "Serangan money politic itu malah menjadi bumerang bagi Foke," tegasnya.

Adie menyarankan, meski Jokowi-Basuki diserang oleh berbagai isu negatif, ada baiknya pasangan ini tetap melakukan sebaliknya. "Khusus untuk Jokowi-Ahok, kekuatan harapan yang mereka timbulkan jauh lebih kuat dibandingkan 'permainan' tim sukses lawannya," ucapnya.

Menurut Adhie, kemenangan Jokowi-Basuki dan kekalahan Foke-Nara menunjukkan ada gairah besar di masyarakat (DKI) untuk memenangkan pasangan ini," paparnya.

Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Heri Ruslan
Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  rizki Sabtu, 8 September 2012, 12:27
bank bni ku suka