Minggu, 5 Zulqaidah 1435 / 31 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Jokowi Terlalu Miskin Lakukan Politik Uang?

Senin, 16 Juli 2012, 18:04 WIB
Komentar : 0
Republika/Aditya Republika/Aditya
Jokowi
Jokowi

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari menilai Jokowi-Ahok terlalu miskin untuk melakukan praktik politik uang, termasuk untuk menyewa para "bodyguards" (pengawal) di setiap tempat pemungutan suara (TPS).

"Seperti banyak pihak, saya sendiri menjadi saksi bahwa kekuatan pendanaan Jokowi-Ahok (Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, red.) dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta justru dipikul bersama oleh para relawan dan pendukung," kata Eva melalui perangkat komunikasi, Senin (16/7).

Ia lantas menyebut sejumlah laporan dari para ibu dan kelompok masyarakat di Cawang dan Cakung yang ikut memberi urunan karena mereka tidak tega melihat alat-alat kampanye Jokowi-Ahok yang minim, dan berswadaya mendatangkan Jokowi-Ahok ke komunitas mereka.

Partisipasi masyarakat juga dilakukan di Tanah Merah. Di daerah itu, kata dia, para relawan urunan untuk beli kopi agar poskonya jalan. Menggenapi hal tersebut ada juga gotong royong di kalangan anggota Fraksi PDI Perjuangan yang bertugas sebagai pengampu di kecamatan-kecamatan agar mesin partai politik berjalan efektif.

"Intinya, Jokowi-Ahok terlalu miskin untuk melakukan 'money politics' (politik uang), termasuk untuk menyewa para 'bodyguards' di TPS-TPS," kata Eva yang juga anggota Komisi III (Bidangi Hukum dan Perundang-undangan, Hak Asasi Manusia, dan Keamanan) DPR RI.

Ia menilai Jokowi-Ahok adalah satu-satunya peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang dengan sengaja membentuk satuan tugas yang merupakan ekspresi antimoney politics (antipolitik uang) dan melawan praktik politik uang, baik pada tahapan persiapan maupun pada saat pencoblosan.

"Strategi inilah yang sesuai dengan 'image' dan 'track record' kandidat yang mampu menarik dukungan dari relawan dan pemilih. Jadi, aneh kalau kemudian ada tuduhan yang sebaliknya bahwa Jokowi-Ahok melakukan praktik 'money politics'," katanya menandaskan.

Dengan demikian, lanjut dia, tuduhan politik uang itu sebenarnya merupakan pelecehan dan menghina preferensi para pemilih.

Oleh sebab itu, Tim Sukses Jokowi-Ahok justru prihatin karena yang dituduh adalah para pemilih, pendukung, dan relawan yang pro Jokowi-Ahok. Apalagi mereka bertekad membangun Jakarta Baru yang bersih.

"Mereka memimpikan Jakarta Baru yang bersih sehingga memberikan perlawanan terhadap 'money politics'," demikian wakil rakyat asal Daerah Pemilihan Jawa Timur VI (Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten/Kota Blitar), Eva Kusuma Sundari.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar